Wednesday, August 18, 2010

Perjalanan ke pulau jawa 2. Ngawi

NGAWI

Dari jam 4 Sore waktu indonesia bagian barat kereta kami bergerak dari Stasiun Senen menuju Ngawi Jawa Timur. Kami naik kereta api Bangun karta yang bisnis. Wah.. nyaman banget. Didalam kereta api ini kita tidak perlu berdesak-desakan seperti yang sering kami lihat di televisi tapi tanpa melihat televisi pun kami pernah mengalami naik kereta api kelas ekonomi di medan menuju ke siantar. Berdesak-desakan dengan begitu banyak manusia. Mulai dari yang penumpang sampai pedagangpun ada didalam nya. Dan kami tidak mendapati kepadatan itu di kereta api ini. Jadi bisa nyaman dan tidur dengan nyenyak. Apalagi perjalanan ke ngawi membutuhkan waktu yang lama hingga 14 jam benar-benar tidak kebayang kan kalau kami harus berdesak-desakkan selama 14 jam jika naik kereta api kelas Ekonomi.

Tapi jika kita bisa ber andai-andai pasti semua berharap kereta api bisa senyaman ini walaupun kelas Ekonomi. Tapi kapan ya itu terwujud? waallahu alam.

Sesaat kami mulai bergerak untuk meninggalkan Jakarta. Tiba-tiba saja hujan mengguyur jakarta. mulai lah kami bertiga(kakak2ku dan aku) berpikir narsis. Kami semua berpikir kalau Jakarta sedih karena kami tinggalkan heheheeh. Ada-ada saja yang kami pikirkan.
Hari mulai menjelang malam, tiba-tiba kami menerima telpon yang serentak dari keluarga di Aceh. Awal nya sih heran, Apalagi Suami kakakku yang jarang nelpon jadi ikut nelpon juga. ternyata mereka semua baru saja menyaksikan berita di televisi ada Kereta api terguling. Setelah kami jelaskan bahwa kami baik-baik saja barulah semua keluarga di aceh tenang. Karena bukan kereta api yang kami naiki yang tebalik.

Akhir nya kami melanjutkan perjalanan dengan tenang. dan malam mulai larut dan kesunyian mulai terasa. Hingga ada pengumuman bahwa kami hampir sampai di Stasiun peron Ngawi. Kami bertiga mulai bersiap-siap. Apalagi kakak ku yang paling besar yang punya kisah di pesawat terbang(baca: perjalanan kepulau jawa 1.jakarta) dia sangat bersemangat sebelum saat nya berhenti dia sudah berdiri di depan pintu beserta barang-barang nya. Kami biarkan saja dia duduk karena tidak ada sedikitpun tanda-tanda bahwa kereta api akan berhenti. Hingga kereta api benar-benar berhenti di Stasiun Peron tepat jam 4.30 pagi. Kami turun dan menunggu beberapa saat hingga abang ipar ku menjemput kami. Tidak sampai 20 menit kami sudah sampai di rumah kakak ku. Dia menyambut kami semua dengan hangat. Dia bercerita bagaimana tidak sabar nya dia saat kami berniat datang. Dia bahkan tidak tidur semalaman kareta takut telat untuk menjemput kami. Senang rasanya, datang dari perjalanan jauh di sambut dengan hangat pula oleh yang punya rumah. Istirahat sejenak, dan petualangan di Ngawipun di mulai.

Pagi pertama di Ngawi.
Pertama datang ke Ngawi, kakak ku mengajak kami keliling kota ngawi. Dia mengajak kami kerumah mertua nya. Sesampai disana, kami merasakan jawa asli pertama. Mulai dari rumah sederhana yang nyaman hingga orang-orang. Sesampai kami disana kami di ajak ketmbak ikan lele yang ada bagian belakang rumah. Ikan nya banyak sekali tapi yang tidak enak bau tambak nya yang menyengat tapi itu bukan hal yang penting. Setelah kami bersantai dan beramah tamah. Kami mulai berjalan pulang dan mengelilingi Kota Ngawi.






Dan menyempatkan Sholat di masjid raya Ngawi.

Satu hal yang sangat mengejutkan adalah Ini kota dan tatanan kota yang luar biasa besar tapi sepi. Sulit di bayangkan jika kota sebesar ini sepi jika kita bandingkan dengan jakarta.

Andai saja aku besar dan punya kekuasaan, aku raup orang-orang di Jakarta aku pindahkan kesini. Sangat disayangkan jika pembangunan nya hanya dinikmati oleh sedikit orang. Seharusnya pemerintah pusat harus memperhatikan ini. Kenapa semua berpusat diJakarta sedangkan ada kota yang sebesar Ngawi yang bisa dijadikan tempat menampung setengah penduduk Indonesia yang bertumpuk-tumpuk Di jakarta.

Dan satu lagi, Ngawi itu bagi ku dan kakak-kakakku yang dari aceh sangat panas. Kenapa ya? Tapi setelah di lihat kesekeliling kami jangan kan Gunung, Sungaipun susah di cari. Lebih parah lagi, saat pagi air yang di jadikan air untuk mandi dan memasak menjadi hitam. Salah satu kakak ku berkata ini karena lumpur lapindo. Ada-ada saja dia.

Tapi, Saat kami berjalan naik motor keliling ngawi. kami salut karena pemerintahan kotanya membuat atau mengatur kotanya mejadi begitu nyaman bagi siapa saja pengguna jalan.

Saat berjalan-jalan sore, Aku dan kakak ku membeli ketan intip yang bnyak di jual di alun-alun kota. Penasaran sih karena tidak ada di kota kami apalagi namanya lucu dan salah satu alasan kami ke pulau jawa mau wisata kuliner juga. Setelah dimakan rasanya enak dan kami lihat cara pembuatnnya juga mudah. Kami bahkan berniat untuk mencobanya dkampung jika pulang nanti.
Sesampai dirumah, keponakan ku menanggkap ikan lele jumbo disamping rumah. Setelah dibersihkan, aku mulai menggorengnya.
Rasanya enak dan tidak ada bau lumpur nya. Gurih banget sampe nambuh berkali-kali. ini suka atao lapar ya hehehehehehehe.
Keesokan hari nya, habis sudah masa kami di Ngawi dan kami harus ke Jogja. Sebelum kejogja kakak ku mengajak Kami ke Solo dulu. Aduh enak nya jalan.

Bye bye Ngawi.................Solo kami kesitu ya....

Thursday, August 12, 2010

kecemburan yang bersandar
di tiap kata-kata cinta yang tak berdasar
meski akui dia hadir karena sayang
tapi tak layak dia menjadi sebuah kekang

Cinta ini hadir karena percaya
bukan karena takut kehilangan
cinta hadir tuk saling suka
bukan tuh saling menyudutkan

tak salah jika kita tak ingin di dua
tapi cinta yang kuat mampu mengurangi nya
tak salah jika takut dia berpaling dan pergi
tapi hadir nya cinta pasti membawanya kembali

Tuesday, August 3, 2010

speechless...............................................................................................................................................
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
.........................................................................
??????????????????????????????????????????????????????????????//////
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
**************************************************************}
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
..............................................................................................................
&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
tired"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""''''
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++=%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????#################
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
boring...........................................................................
...................................................................................................................................................................
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::;;;;

puisi buat hari ini

RINDU

Ya Tuhan
Dada ini sesak karena rindu
Biarlah dia datang dalam mimpi
Air mata ini jua tak bisa berhenti
Biar dia kembali disisi

Hari ini ku meminta dalam hening
Hari ini ku memohon dengan harap
Hari ini mengharap dalam duka
Hari ini juga mendamba dalam Suka
Ya Tuhan,
Dia mungkin menghilang dalam pandangan
Dia juga tak teraba dalam jangkauan
Dia juga tak merasa ada yang menunggu asa buat nya
Tapi dia adalah hal yang indah buat dirindukan

Friday, July 30, 2010

CERPEN


TIDAK ADA JUDUL
"dek, dah berapa persen nih cinta nya ke abang?", Tanya Joe kepada fika yang sedang sibuk dengan handphonenya. " satu", jawab fika santai tanpa menoleh sedikitpun pada yang bertanya. "yah, masak lom nambah2 sih!", keluh joe sesaat setelah mendapatkan jawaban fika. Fika meletakkan handpone nya dan berbalik menatap joe.", kan sudah fika bilang ama abang, kita baru kena, emang abang mau fika bohong soal perasaan fika ke abang?" "ya ga" jawab joe "ya udah sabar", Jawab fika santai dan kembali sibuk dengan handphone nya tanpa melihat expresi joe yang cemberut. Tapi Joe juga harus mengakui dia hadir di hidup fika di saat yang dibilang sangat tidak tepat kenapa tidak mereka berkenalan 30 menit setelah fika diputuskan pacarnya. Entah perasaan seperti apa yang dirasakan joe saat itu hingga dia ingin sekali berada di dekat gadis yang ditinggalkan pacarnya itu. Selalu ingin melindungi walaupun dia tau fika wanita tangguh yang bisa bertahan tanpa harus di lindungi. Tidak perlu waktu yang panjang joe langsung menyatakan perasaannya. Sering fika bertanya kenapa Joe suka pada dirinya pertanyaan yang Joe sendiri pun tidak bisa menjawabnya. Dia hanya merasa setiap dekat dengan fika hati nya berdebar kencang. Entah rasa seperti apa yang jelas Joe selalu merasa ingin dekat ngan fika. Dilain waktu fika yang masih menatap kegelapan malam dari jendela kamar nya. Mulai merasa bersalah pada Joe yang selalu setia menungguinya dan memberi nya cinta penuh tanpa pambrih setelah dia ditinggal mantan kekasih nya. Tapi fika tak mampu mendustai hatinya bahwa dia masih mencintai mantan nya. Seharus nya butuh waktu berhari-hari bahkan mungkin berbulan-bulan untuk melupakannya tapi dia tidak mampu menepis hadir nya Joe yang selalu mendukungnya. ENtah cinta atau cuma pelarian fika menerima cinta Joe. Meskipun hati bukan buat Joe tapi sulit menepis sayang yang selama ini di damba fika diberikan oleh Joe bukan mantan nya.
******************************
" sayang, sudah berapa persen hari ini cintanya?",tanya Joe "maunya berapa?", "ihhh, malah nanyak?", balas Joe sambil mencubit pipi fika. "Aduh, abang ah..sakit", kata fika sambil mengelus pipi nya " sukurin, sini sini pipi nya biar abang cium", kata Joe mendekat kan bibir nya dengan kesal Fika mendorongnya dengan kuat. " apaan sih!!!", sambil tertawa Joe terus menggoda fika dan Sesaat tertawa berhenti setelah tau siapa yang berdiri didepan pintu. Dia sang mantan. DIa laki-laki yang telah meninggalkan dia untuk alasan yang sangat dibuat-buat. " hai fik", sapa nya. Sesaat suasana yang tadi riang berubah sepi. Joe dan Fika saling bertukar pandangan hingga Joe mengakiri kesunyian ini dengan mempersilahkan dia masuk dan duduk. " Fik, kok diam aja?", tanya laki-laki itu yang bernama Doni. Tiba-tiba joe berdiri dan pamit untuk pulang. Dengan cepat Fika menari lengan Joe saat dia mulai melangkah keluar dari rumah Fika. " Ada apa dek?", tanya joe lembut " hmmm..udah sepuluh persen", kata Fika sambil berbisik dan membuat Joe tersenyum walaupun sebenarnya kehadiran Doni merusak suasana hatinya." Makasih ya dek. abang pulang dulu", JOe tersenyum manis pada fika sebelum dia meninggalkan gadis yang dicintainya itu bersama mantan yang dulu atau mungkin masih dia dicintainya. Sesaat setelah mengantar Joe FIka kembali duduk dan menemani Doni. " buat apa lagi mas datang?, kan kita sudah putus", Sesaat kata-kata ketus itu keluar " Fik, mas khilaf, mas salah. waktu itu mas benar-benar dibawa emosi hingga mas g sadar kalau mas masih sangat mencintai mu..pliss fik maafin mamas", Kata-kata Doni yang sedikit memohon membuat Fika sedikit melunak. " mas tau g? fika sakit mas...sakit..mas sering melukai fika sering sekali tapi tiap saat fika maafin tapi kali ini fika g bisa, Bisa-bisa nya mas peluk wanita itu didepan fika, didepan sahabat-sahabat fika, dimana perasaan mas waktu itu, dimanaa?", fika mulai berapi-api menceritakan kejadian saat itu."dan saat fika marah mas malah marah dan mutusin fika, dimana saat itu perasaan mamas", tak ada yang perintah dari siapaun dan bukan skenario tiba-tiba fika menangis. Kejadian itu benar-benar membuat nya terluka dan karena kejadian itu pula dia bertemu Joe. Kalau di ingat-ingat fika selalu menangis. Dengan berlutut Doni menggenggam tangan fika dan menatap fika dengan mata berkaca-kaca. "fik, mas salah tapi mas benar-benar tidak sadar waktu itu. Minuman yang mas minum dipesta itu membuat mas buta, harus nya mas ikutin nasehat fika untuk tidak meminum minuman keras itu, fika mas mohon beri mas kesempatan untuk memperbaikinya. Mas tau selama ini mas sering salah dan fika selalu maafin mamas tapi kali ini mas janji mas g akan ulangi lagi. mas g sanggup kalau fika g ada.. cuma fika yang bisa ngertiin mas, sabar sama mas..cuma fika" , sambil mencium tangan fika, doni berlutut hingga fika mulai luluh dan membelai rambut doni. "mas janji ini yang terakhir?', tanya fika "iya mas janji, fika beri mas kesempatan sekali lagi", kata doni sambil menatapa mata fika. " mas tau fika masih mencintai mas kan? mas jug sayang mas g sanggup kehilangan fika lagi", Kata-kata Doni benar meluluh lantakkan ke angkuhannya tadi. Jujur dari hati yang paling dalam Fika masih sangat sayang dan cinta sama Doni tapi rasa sakitnya masih terasa dengan semua kelakuan Doni padanya. "mas, benar mas g akan mengulangi?", tanya fika lagi "Benar sayang, mas mencintai fika trus g mau kehilangan fika lagi. mas menyesal!",lama sekali fika terdiam. Hingga dia menyuruh Doni kembali duduk di kursi. "mas, jujur fika masih cinta sama mamas" kata-kata fika membuat Doni senang karena dia merasa Fika pasti akan kembali pada nya." tapi mas, fika tak ingin terjadi lagi, jadi berikan fika waktu untuk berpikir tentang hal ini. Fika tidak mau menyesal lagi..mau kah mas menunggu?", Kata-kata fika meruntuhkan semangat Doni. "apa ini karena laki-laki tadi?", tanya doni yang dari awal memang ingin bertanya siapa laki-laki itu dari dia masuk kerumah fika karena mereka kalihatan akrab dan doni cemburu. " salah satu nya iya, tapi bukan masalah dia tapi juga fika g mau nyesal lagi makany beri fika waktu 2 hari ini. mas mau nunggu kan?", tak perlu waktu banyak Doni langsung mengangguk setuju. Sesaat daoni pamit pulang Fika masuk ke kamar nya dan berteriak sekuat mungkin.
*******************
Malam itu dikamar nya fika terus berpikir masalah dia, doni dan joe. Dalam hati dia benar-benar masih amat sangat mencintai doni cuma doni terlalu sering menyakiti nya berulang-ulang dan terus di maafkan oleh fika tapi hati benar-benar tidak bisa ditebak samakin disakiti rasanya semakin dekat. cinta benar-benar misterius. Joe, laki-laki yang hadir untuk menguatkannya menyakinkan bahwa dia yang memiliki seguang kelebihan yang tidak pastut di sakiti apalagi di tinggal kan. Joe yang hadir bawa tawa, canda bhakan hadir saat-saat fika terluka. Joe bisa jadi sapu tangan penghapus air mata buat fika tapi cintanya kepada Joe hanya cinta yang hadir disaat yang tepat saat dimana dia dilukai. lama fika berpikir tiba-toba saja handphonenya berbunyi dan fika tau itu pasti dari Joe karena Joe pasti menelponnya setiap malam.
"Halo" terngar suara dari seberang sana
"iya halo bang",
" hmmm lagi senang ya didatangi mantan tercinta", ada nada menyindir dari kata-kata Joe.
" bang..."
" iya sayang".
"doni ajak balikan" berat rasanya kata-kata itu keluar
" terus adik gmn?", tanya Joe
" adik bilang, adik perlu waktu untuk berpikir",
"ooo jadi adik niat balik sama dy, terus tinggalin abang..abang tau adik masih cinta ama diaharus nya g usah terima cinta abang", nada sura Joe berubah antar sakit hati dan kecewa. dan fika menyadari nya."bang..abang mengertikan.. fika jadian ama dia dah lama, sulit melupakannya", fika mulai melembut
" tapi dia sering nyakitin adik kan?" nada suara Joe mulai meninggi
"iya, tapi hati ini sulit berbhong",
"Y udah terserah adik, abang pusing", kekesalan terdengar jelas sekali dari cari Joe berbicara." abang ngantuk, besok aja kita bicarakan lag.met malam". sebelum sempat fika membalas atau menghentikan Joe sudah menutup telponnya. fika terhenyak. Dia bingung. Di tak tau harus mengambil keuputusan apa. Lama dia berpikir hingga tertidur.

Sedangkan Joe mulai uring-uringan dia benar-benar tidak iklas fika kembali kepada pacar nya yang brengsek dan dia mungkin tidak akan sanggup melihat fika bersama orang lain karena cinta ini sudah milik fika se utuhnya bhkan tidak ada sidkitpun celah buat orang lain. Dia bahkan bangga memperkenal kan FIka kesemua teman-temannya tapi jika fika meninggalkannya apa yang akan terjadi bukan hanya malu tapi mungkin hati nya akan hancur lebur. Oooh tuhan jika dy jodoh ku dekatkan lah kami jika dy bukan jodoh ku akuu mohon jodohkan lah........doa asal-asalan pun terucap oleh nya...dibenamkannya wajah nya kebantal sambil meneriakin nama fika.

****************************
Setelah dua hari Doni datang kembali kerumah fika dan fika menyambutnya dengan ramah. Sebelumnya fika sudah kirim pesan ke Joe buat datang. Awalnya mau nelpon tapi tak satupun telpon fika yang di angkat oleh Joe bahkan sms pun tak dibalas.
"mas, fika sayang sama mas.."kata fika terhenti saat dia melihat Joe sudah berdiri di teras rumahnya tanpa masuk kedalam.
"terus....", tanya Doni tak sabaran
" fika cinta tapi maafin fika mas, fika g bisa bersama mas lagi", kata fika sambil tertunduk
" kenapa? mas kan dah janji mas g akan mengulangi", Doni sedikit mendesak
" iya, fika percaya tapi ada orang lain di sini". kata fika sambil menunjuk ke hatinya." fika tak mencintainya seperti fika mencintai mamas tapi dia mencintai fika lebih dari pada mamas mencintai fika, maafin fika mas ini keputusan fika."
" hmmm apa tidak bisa di ubah lagi?". tanya doni berharap. fika hanya menggeleng. Lama doni terdiam dan tiba-tiba di mencium kening Fika. Fika kaget dan Joe yang menyaksikan adegan itu mulai panas tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
"maafin mas ya. mas sedih tapi mas tau fika pasti dapat laki-laki yang baik.mas pulang ya..moga fika bahagia", Doni berdiri dan melangkah keluar dari rumah fika ketika di teras doni sempat berkata beberapa kata kepada Joe.
"Jaga dia"
"itu sudah pasti" jawab Joe dan menatap Doni keluar dari halam rumah fika dan berlalu dengan motor nya.

Tiba-tiba Joe menatap ke arah fika yang sudah berdiri menyambutnya didepan pintu. Fika memberikan nya senyum terbaiknya. Joe masih saja cemberut.
"senyum dung bang".
"g mau", jawab joe ketus
"iiiiiiiihhh...cinta nya turun nih jadi 8 setengah persen mau?",
" jangn dung, bukannya nambah malah turun..aneh! kenapa g balikan ama dy?"
"hmmm kan ada abang buat apa dy?". jawab fika cuek. tiba-tibaJoe menarik tangn fika buat duduk
"bener g ama dy lagi?", tanya Joe panasaran, fika hanya mengangguk. Joe mulai tersenyum.
"kenapa g ama dy?", tanya Joe lagi pertanyaan yang sama
" kurang jelas tadi ya kan ada abang buat apa dy", jawab Fika cuek dan tiba-tiba Joe memeluk FIka erat
"Aduh senangnya, sini keningnya. abang g mau ada beks dia disini karena ini sekrang wilayah abang", tiba-tiba Joe mencium kening FIka
"weik..wilayah? emang kita tanah apa?",
"ehhehe iya tanah kuburan" kata Joe sambil ketawa tanpa bisa menghindari cubitan maut dari fika." aduuuh sakit. sayang jangn tinggalin abang ya..abang g kuat". kata Joe
" ga kuat impoten ya?"
"wew..mo nyoba ya..sini sini".
"oooooooo tidaaaaaaaaaaak", kata fika sambil ketawa ketakutan
Sesaat suasana menjadi menyenangkan. Kadang saat kita mengambil keputusan tak hanya satu hati yang kita pikirkan. satu hal yang pasti kita kan lebih mudah saat di cintai dari pada mencintai pikir Fika sesaat setelah dia menjadi kan Joe kekasih nya.
"Oiya dek. dah berapa persen?", tanya Joe
"hmmmmmmmmm 0,9%.."jawab fika cuek
"hahhhhhhhhhhhh" Joe kaget
"heheheheheheh muaacghhh".

*********************************************THE END********************************************************

Wednesday, July 21, 2010

malam ini

Malam ini terlepas lagi satu penyanggah hidup
Penopang saat mulai roboh
Penguat saat mulai rapuh
Penyanggah saat mulai tumbang

Aku terlempar kedasar jurang saat malam ini dia ucapkan niat nya
Aku terhenyak kedasar bumi saat dia berkata akan pergi
Malam ini aku berlinang air mata
Malam ini linangan air mata ini ku seka sendiri

Malam ini Ku rela dia pergi karena ku tau dia tak ingin ku tersakiti
Malam ini pula ku iklas kan langkah nya tuh pergi
Meski sakit meski hancur kan ku dapat
Tapi malam ini terakhir nya dia ku dekap

Menghitung hari ku mulai dari malam ini
Tiap detik terasa terus mendekat
Membuat ku terus kehilangan keping demi keping kebahagiaanku
Membuat ku kehilangan senyum riang ku

Malam ini tak ku sangka akan hadir malam dimana kita harus memilih
Malam ini tak ku sangka ku lepas dia melangkah jauh dariku
Malam ini ku tulis kan puisi pertama untuk nya
Untuk nya yang hadir dihari-hari dan malam-malam ku
Dan untuk Malam ini

Untuk dia yang ku sayang selama nya
Terima lah ucapan hangatku Untuk dia Malam ini!!

Sunday, July 18, 2010

Perjalanan ke pulau jawa..1. JAKARTA



JAKARTA OOOHHH JAKARTA

Sudah lama sekali tidak menulis di blog. kali ini aku akan menceritakan pengalaman ku selama beberapa minggu di pulau jawa. Sebenarnya kepergian ku ini selain untuk menghabiskan masa liburan semester juga berniat menghadiri 1 Abad Muktamar Muhamadiyah di Yogyakarta tapi berhubung kita eeeh maksud nya aku dan kakak-kakakku belum pernah ke jakarta jadi kita sekalian singgah di jakarta dulu. baiklah kita mulai cerita nya.

Berawal keberangkatan ku ke jakarta, tanggal 26 Juni 2010 menggunakan maskapai penerbangan Lion Air jam 11 siang. Saat kami lepas landas menuju bandara soekarna - Hatta ada hala yang membuat kami semua heran sekaligus lucu karena salah satu kakak ku menetes kan air mata. Aku dan kakak ku yang satu lagi merasa kaget dan mulai menertawakan dia. Kami merasa dia terharu karena udah 54 tahun baru satu kali naik pesawat tapi dia menyangkal dia mengatakan kalau dia merasa kecil sekali ketika melihat kebawah dan merasa ALLAH S.W.T sangat luar biasa dan kita hanya manusia yang tak punya apa-apa bila di bandingkan dengan kebesarannya. Sebenarnya penyangkalannya benar tapi kami masih tidak berhenti menertawakannya.Selama 2jam perjalanan eeh siapa yang mau jalan dari medan ke jakarta heheheheh selama 2 jam penerbangan banyak hal yang kami bicarakan dan tidak henti-henti nya kami menertawakan banyak hal. Hingga terdengar peringatan dari pramugari kalau kami akan mendarat dibandara Internasiaonal soekarna-hatta. Kakakku yang tadi meneteskan air mata tidak habis-habis nya membuat kami tertawa terbahak-bahak saat menuruni anak tangga tiba-tiba saja celana nya kedodoran sampai mata kaki tidak ada perintah dari siapapun kami serentak ketawa antara malu dan lucu. Syukur nya kakak ku menggunakan 2 celana panjang. Selangkah kami di jakarta sudah dapat pengalaman yang lucu bagaimana dengan 2 minggu kedepan ya. Moga lebih menyenangkan.

Perjalanan dari bandara awalnya sangat lancar apa lagi saat kami melintasi jalan tol dan melihat sederetan gedung tinggi yang hanya bisa kami lihat di Tv sekarang ada didepan mata. tapi itu tak berlangsung lama Setibanya kami dikeramaian mulai terasa asli jakarta yang sering di beritakan. macet. Tiap kendaraan berebut untuk lewat dari kendaraan umum sampai pribadi, sembraut. Aneh rasanya kota sebesar ini jalan aja sampai berebut bagaimana dengan jatah makan ya. Kalau di pikir lagi tak selayaknya sebuah kota besar apa lagi ibu kota negara memiliki keadaan yang berantakan seperti yang aku lihat karena yang datang ke jakarta bukan hanya untuk mencari uang tapi sebagian masyarakat kita juga menjadikan jakarta sebagai tempat berlibur alangkah tidak nyaman nya jika kita atau kami yang niat berlibur ke Jakarta di suguhi ketidaknyamanan seperti yang saat itu kami alami. Akhir nya setelah menempuh perjalanan yang panjang sampai juga kami dirumah saudara, tepatnya di jakarta timur...duuuuuuuuhhh lega nya bisa nyampe rumah juga setelah melalui kemacetan panjang.

Malam pertama di Jakarta
Malam ini aku dan kakak2 ku dibawa jalan2 mengelilingi jakarta. Walaupun malam Jakarta tetap macet tapi tidak separah saat pertama kami disini. Pertama saudaraku membawa kami semua melihat jakarta di waktu malam. Ke mesjid istiqlal terus kami di ajak ke Monas dan pulang. Memang tidak terlalu lama tapi cukup menyenangkan bagi ku dan kakak2 yang memang tidak pernah kesini.

Keesokan harinya
Saudaraku mengajak kami Ke PRJ alias pekan raya jakarta di Kemayoran Baru jakarta Pusat. Bertepatan hari minggu jadi beneran rameeeeeeeeeee banget. Nyari tempat parkir aja susah. Jakarta ooh Jakarta. Manusia yang entah dari mana datang nya berkumpul disitu. Ini setengah dari warga ibu kota belum lagi yang diberada di tempat wisata yang lain atau yang tinggal dirumah dan sebagainya. Wah ternyata jakarta ini benar-benar rame. Aku antri di bank kecil di kampung ku aja aku dah bosan dan menggerutu bagaimana ya kalau aku disini benaran g kebayang. Biaya masuk PRJ dua puluh ribu cukup besar bagi ku yang berpenghasilan pas-pasan. Setelah Tiket masuk sudah dibeli saatnya melihat seperti apa PRJ itu. awal masuk masih aman. masuk lagi mulai ramai terus masuk lagi berdesakan........waaaaaw ini yang namanya PRJ untuk melangkah saja kita harus tabrak sana sini. Subahanallah..luar biasa ramai nya. tanpa perlu banyak berjalan keringat sudah bercucuran. kalau begini jadi ingat saat naik haji tapi bedanya disana semua orang pake baju putih disini pakaian bewarna-warni n ada yang nyaris g pake baju heheheheheh bagi sebagaian laki-laki mah ini rejeki bisa nampak body seksi tanpa bayar dekat lagi tanpa layar televisi ehheheeheheh.

Setelah kami menemukan apa yang kami cari dengan cepat kami keluar dari area PRJ ini. Hal yang kami sukai di PRJ cuma kerak telor karena kayak nya cuma itu hal yang asli yang masih banyak dijakarta. Mungkin ada hal lain yang asli dari betawi atau jakarta tapi selama aku dijakarta cuma kerak telor yang kutemui. Setelah keluar dari situ huuuuhhh bisa bernafas lega karena kayaknya kalau didalam udara saja berbagi karena saking ramai nya.

Setelah dari PRJ Kami putus kan untuk pulang kerumah karena kaki sudah sangat pegal dan dada juga sesak karena terlalu ramai.
Seperti ini kah kota yang menjadi salah satu ikon kota yang menarik di indonesia yang di banggakan ke luar negeri. jangan kan untuk masyarakat luar bagi masyarkat indonesia khusus nya warga jakarta keadaan ini sangat menyulitkan. Jalanan penuh di setiap tempat bahkan di gang-gang kecil. Untuk pergi dari satu tempat ke tempat yang lain dengan jarak yang dekat kita membutuhkan waktu yang lama.

Hari selanjutnya..
Hari senin nya kami berniat ke tanah abang yang terkenal sebagai pusat grosir terbesar se asia tenggara. Perjalanan yang cukup panjang dari pondok kelapa ke tanah abang. Sesampai disana waaaaaaaaaww luar biasa tidak jauh berbeda dengan PRJ ramai nya. Kapan sih Jakarta bisa sepi. Setelah lama berkeliling dan sekalian belanja kami memutuskan untuk pulang dan kembali lagi terjadi macet dan macet lagi. kami pulang dari tanah abang samapai dirumah sudah masuk magrib. benar- benar deh paraaaaaahh nya ibu kota negaraku tercinta.

Hari tuh pergi.
Hari selasa kami semua dirumah untuk istirahat kami karena kami berniat untuk melakukan perjalanan ke timur jawa yaitu daerah Ngawi. Kami berniat untuk melakukan perjalanan ini dengan menggunakan kereta api. Di Ngawi kami hendak menemui kakak yang pindah karena mengikuti suami nya yang bekerja sebagai polisi. Tepat pukul 4 kami berangkat ke Ngawi menggunakan kereta Bangun Karta kelas bisnis. Nyaman juga. Saat Kereta api mulai berjalan meninggalkan jakarta terlihat lah oleh ku keadaan jakarta yang sebenarnya. Di belakang gedung-gedung tinggi yang sering di banggakan terdapat sederetan rumah-rumah kumuh yang tidak layak pakai dan sejumblah tempat-tempat sampah yang banyak di setiap sudut. Ini kah wajah Ibu kota yang sebenarnya. Padahal ini tidak pantas ada karena ada banyak wakil rakyat yang tinggal di kota ini bahkan seorang presiden pun tinggal disini. Apa mereka yang memiliki kekuasaan tidak pernah mengalami macet? Hingga mereka tidak berusaha mencari jalan keluar bagi kota ini. Wallahualam bi sawab..Ngawi tunggulah kami datang......................hmmmmmmmmmmzzzzzzzz...zzzzzzzz..zzzzzzzz

Thursday, January 28, 2010

explorer

Kini aku berada di satu daerah yang belum pernah sekalipun aku kunjungi. Daerah yang harus nya tak ku datangi tapi aku telah disini. Harusnya aku sadar kalau inilah yang ku ingin kan sejak lama sejak aku tau kalau kehadiran ku di antara mereka hanya membuat se isi rumah penuh dengan kebencian. Entah perasaan ku atau ini emang kenyataan yang pasti itu lah yang membuat ku sekarang berada di daerah ini.
Kulangkah kan kaki ku menyusuri bandara yang mulai lengang. Aku takut tapi ini sudah menjadi keputusan." kau tau g, banyak anak orang yang balas budi, kau udah di angkat tak ada balas budi mu sedikitpun" itu kata-kata terperih yang sekarang membuat ku ada disini. kata-kata yang langsung di ucapakan oleh wanita yng selama 23 tahun ke panggil ibu. Niat tuk tinggalkan rumah sudah lama ku ingin kan. Banyak hal yang selalu dia ucapkan yang membuat ku tersentak dan membuat ku sadar betapa tidak berarti nya aku bagi keluarga ku.

Kududuk disalah satu kursi dan memandang sekitar, aku mencari seseorang yang menjemputku tapi wujud nya sama sekali tak kelihatan, ingin ku hubungi tapi batrei ponsel ku low.
" kamu gila ya, datang ke sini cuma buat melarikan diri",bentak Adam padaku saat tau niat ku." apa kamu g tau kalo orang tua mu bakalan sedih bnget", banyak celotehannya yang membuat ku pusing tapi tak ku dengarkan dan aku tetap pada pendirian ku tuk pergi dari rumah yang membenci ku.
Ku lihat kembali ke sekitar ku, di bandara Adi Sucipto inilah aku sekarang, ya sekarang aku di Jogja dan tak ada satu orang keluargapun yang berpikir kalau aku bakaln sampai kesini karena cuma tau kalau aku anak cengeng yang manja karena orang tua ku selalu menggambarkan diri ku yang buruk nya saja ke semua orang. Mereka selalu menggambarkanku sebagi wanita yang pemalas dan bnyak bicara hingga seluruh keluarga selalu meremehkan ku. Dan sekarang aku disini di Jogja di kota yang katanya kota pelajar kota yang banyak mengumpulkan para pelajar dari seluruh indonesia.
Kulihat jam tangan ku dan melihat di sekitarku, Keadaan mulai sepi. Orang-orang yang menjemput sudah pda pulang. Ya ampun, Aku mulai resah takut Adam tak menjemputku.
"nina ya??? maaf ya telat", tiba-tiba suara itu datang dari arah belakang. " iya, mas adam ya??", tanya ku kembali. Kulihat dia ter engah-engah seperti baru berlari" iya..maaf ya terlambat td ada kerjaan dikit.", di ambilnya tas ku dan terus jalan. Aku terpaku. " nin, ayoo jalan", teriak nya membuat ku sadar dan mengikutinya dari belakang.
Sebenaranya Adam cuma teman chattingku, tapi aku dekat dengannya seperti saudara. Dialah tempat mengadu saat semua orang menyudut kan ku. Dan ini pertama kali Aku bertemu dengannya. Makanya agak sedikit kaku.
Kami terus berjalan keluar bandara, aku hanya mengikutinya, kan aku tidak kenal Jogja sama sekali. Didepan bandara ada halte, kami berdiri disana. " nin, kita naik bus aja ya. motor ku lagi di pinjam ama teman",
"iya mas, gpp",
Tanpa perlu lama menunggu bus pun tiba. Kami segera menaikinya. Didalam bus aku bnyak diam. Karena dasar nya aku malu karena udah nyusahin laki-laki satu ini. tapi keliatannya Adam sama sekali tidak keberatan tapi aku juga tidak bisa baca hatinya. Dasar ya aku dimana-mana nyusahin orang.

Sepanjang perjalanan, banyak tempat-tempat yang menarik yang sering menjadi ikon bagi Jogja seperti malioboro. Aku sih kurang jelas tapi Adam menjelas kan beberapa tempat yang kami lalui. Tidak sampai setengah jam bus berhenti dan kami turun. Adam jelas kan kalau kami sudah sampai walaupun dia tidak menunjukkan rumahnya.

Awal nya aku cukup bingung, kenapa ada diam aja. Selang beberapa menit datang dua orang pria membawa sepeda motor dan aku langsung tau klo itu teman2 nya Adam yang datang menjemput. Adam membawa ku ke kost nya yang g jauh dr tempat kami td berhenti.
" nah, nin kamu istirhat disni ya", kata Adam sesaat setelah kami sampai dirumahnya yang dsar nya sih rumah kost. Karena aku tau Adam dah mandiri dan tidak tinggal dirumah orang tua lagi.
" terus , mamas tidur dimana?" tanya ku
" ya disini jga", jawab nya sambil melemparkan senyuman nakal yang membuat ku takut.
"hah?"
" kenapa kaget?" tanya nya lgi
" Tapi kan mas...hmmm",
" hehehehe kamu ini, takut kan. Siapa suruh kabur dari rumah. Aku di kamar sebelah. ini kamar teman ku dan kebetulan dia lagi pulang kampung. Jadi kamu disini aja.ok.",
"mas g jauh2 kan",
"kenpa? mau aq nginap di kamr ini?",
"yeeeeeeeeee,,,,udah ah sana..mas adk lapar hehehehe",
" dasar, mandi istirahat ntar aq beliin makanan.ok" Adam melangkah keluar darir kamar yang sekrang ku tempati. sebelum dia menutup pintu ku ucapakan terima kasih ku padanya dan hanya di balas dengan senyuman.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
"nin, aku bawa makanan nih", teriak Adam dari depan pintu kamarku." iya mas, bentar", sahutku dari dalam sambil membuka pintu dan melihat Adam dengan muka cemberutnya membawa 2 bungkus nasi.
" ngapain sih? lama banget buka pintunya",
" g liat ya, ini lagi sholat. mamas dah sholat?", jawab ku sambil menunjukan mukena yang ku kenakan." yaya maaf, udang dung dari tadi", jawab nya.
"ganti mukenannya, terus ambil piring didalam lemari tuh, biar kita makan", lanjutnya lagi.
Akhirnya kami makan dengan nasi padang dengan rendang daging kesukaan adam di campur sayur dari daun singkong ditambah beberapa menu lagi. Cukup menggiurkan buat ku yang belum makan kecuali makanan yang di berikan dipesawat. Makanan pertama yang ku makan di Jogja. Jauh-jauh datang dari sumatera ke Jawa cuma dapat nasi Padang. Tapi makanan ini cukup membuat ku kenyang.
" Alhamdulillah. mkasih ya mas",
" gmana. masih lapar?", tanya Adam ku jawab hanya dengan gelengan. Tiba-tiba ponsel Adam berdering dan saat Adam berbicara aq langsung tau kalau yang menelpon adalah vivi, anak Aceh yang juga teman ku dan mantan Adam. Saat Adam melirik ku, aku sadar pasti vivi tanya keberadaan ku karena orang tua ku kenal dengan vivi. Aku langsung menggeleng dan memohon pada Adam untuk tidak memberi tahu keberadaan ku dan Adam kali ini berpihak padaku.
" mkasih ya mas", ucapku saat dy menutup telponnya.
" kamu ini benar2 di cari keluarga mu",
"biar dulu deh, eh mas kenpa sih bisa putus dari vivi?" tanya ku mengalihkan pembicaraan." aku g suka lagi ama dia. ngebosanin n bawel", jawabnya sambil menyalakan rokok nya."terus kemaren kok jadian?", tanya ku lagi
" enak aja mainin nya, udah ah kok jadi aq yang di tanyain, aku keluar dulu. ini dah malam langsung istirahat n tidur jangn lupa kunci pintu", dy langsung berdiri dan keluar dari kamarku.
setelah kukunci pintu kamar kurebahkan badan ku dikasur tipis milih teman adam. Ku lihat langit-langit kamar yang lebih rendah dari langit-langit kamar dikamarku. Jujur didalm hati aku tidak nyaman tidur disini. Bukan sombong sih, tapi aku memiliki semua yang harus nya dimiliki sebuah kamar yang nyaman. Tapi ke angkuhan ku memaksaku pergi dan harus tinggal disini. Tempat yang bagi ku sangat kecil dan sumpek." aduuh, harus nya bersyukur dikasih tempat tinggal..", umpat ku dalam hati. Tapi kalao emang aku mau lari dari rumah harusnya aku tidak menyusahkan mas adam. Hidup nya udah pas pasan aku malah menambah beban nya. Kurasa aku harus pergi dari sini atau aku harus mulai mencari kerja, tapi apa? Aku bahkan g kenal kota ini dan tidak kenal siapapun selain mamas. Lama berpikir akhir tanpa kusadari hingga ku terlelap dan terbangun karena cahaya matahari yang menembus celah lombang jendela mengenai wajah ku. Dah pagi rupanya............
.....................................................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................................................
" mas. nina mau pergi!", kata ku pada nya saat kami sarapan.
"hmmm kemana?",
" kemana aja, yang jelas pergi", jawab ku
"ya kemana?", tanya nya lagi pada ku. " ya kemana aja!" jawab ku lagi. Dia menatap ku sambil menyeringai dan mengerut kan dahi" iya. kamu mau pergi tapi kemana?", aku tak mampu lagi menjawab. aku bingung. Ku tak tau harus kemana, ke Jogja aja aku sudah menyulitkan banyak orang kalo aku ke tempat lain aku pasti menyulitkan banyak orang lain lagi.
" heh, malah bengong, mau kmana?", Aku hanya menunduk dan menggelengkan kepala. aku bingung.
" kamu ini ya, tadi katanya mau pergi sekarang ditanya mau kemana malah g tau, aneh", lama aku terdiam hingga ntah apa yng terlintas di benak ku" nina mau ke boyolali ketempat yoyok" jawab ku se adanya. padahal aku belum memberitahu yoyok kalo aku akan ketempatnya. Entah apa yang ku pikirkan yang jelas aku tidak akan menyusahkan mas Adam lagi."yoyok itu siapa?",
"dia teman kita jg di abel mas, tuh lah sibuk pacaran teman sendiri pun g tau", jawab ku sekenannya
" tapi kamu masih1 hari disini, tunggu lah beberapa hari lagi kan masih capek", jawab adam
"pengen sih tapi nina g mau gangguin mamas ntar pacar mamas ngamuk pula gara2 mamas nyimpan cewek lainheheheheh", aku mulai senyum menggoda ama mamas." ayooo tadi malam siap tuh dikamar mamas hehehehe ayoo jujur", aku centil jarinya samil tersenyum nakal.
" apa sih",
" ayoo jawab"
" g ada. kamu apaan sih nin", mulai terlihat di permain kan dy jitak kepala ku
" aduuuh sakit iiih cuma becanda serius amit hehehehe",
"g lucu tau", jawab adam kesal. Aku hanya tertawa karena melihatnya kesal saat ku candain.
....................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................













Monday, January 25, 2010

Puisi buat hari ini

terseok-seok langkah mendekat saat terluka
saat telah bisa berlari malah melangkah menjauh
memohon dengan jiwa raga dan seluruhnya akan di korbankan saat meminta
telah dapat mulai bersikap angkuh

saat Dia bersikap pada mu
kau anggap Dia tak anggap kau ada
tanpa sadar Dialah yang memberi roh padamu
hingga dari tiada kau jadi ada

sulit terima kenyataan yang perih
tapi bahagia saat di beri kesenangan
mengertikah jika sedih yang di beri sebagai ujian akan kesabaran
dan bahagia adalah ujian tuk nanti mampu menerima sedih

Wednesday, December 2, 2009

perawan tua Mesir

MESIR: Kisah Para Perawan Tua Mesir
by: Marwa Rakha

Para perempuan tua, orang terpinggirkan dari masyarakat mesir angkat suara dengan harapan mengubah pandangan masyarakat.

Mengapa kita menjadi perawan tua? Kita bertanya-tanya dan menemukan opini yang disertai alasan-alasan kosong. Setiap kita mengeruk setil pengalaman hidup, dan menduga-duga apa yang menyebabkan kita menjadi perawan tua. Dan kita berhasil menunjukkan beberapa faktor umum yang memicu situasi sengsara kita.

Mandiri, sukses dan otak menjadi stigma, karena kita tinggal dalam masyarakat dimana perempuan cerdas, berprestasi dan mandiri menarik sekaligus menantang kamu laki-laki, mereka dengan gencar meneliti para perawan tua, mereka senang berada disisi kita karena karakter kuat kita, namun apa selanjutnya?

kpn2 lgii



Monday, November 30, 2009

cintaku

ingin menangis ku saat ku tau kau melukai ku
tapi ku sadar inilah dirimu
ingin ku teriak kencang saat kau ludahi setiap benda ku
tapi ku tak bisa, karena dari awal ku tau itulah kamu

kucinta kamu, dengan setiap belaian mu
ku damba akan mu dan sentuhan manjamu
ku bahkan rela kau injak dan kau sakiti dengan tangan mu karena ku cinta kamu
karena cinta ini, aq rela tersiksa dalam sakitku

kini kau pergi
meninggalkan ku sendiri
aku sedih tapi apa yang bisa ku lakukan.
ohhh kucing ku
i miss u
jika nanti kau kembali, tempat mkanan mu masih ditempat yang sama





Thursday, November 26, 2009

tuk my new friend

Kutemui seorang sahabat beberapa hari yang lalu, memiliki tutur kata yang baik dan memiliki cara padang yang unik tentang kehidupan yang jarang kutemui untuk jaman seperti. Dengan nya aku merasa bertemu masa-masa yang dulu kejalani yang lama ku tinggalkan, aku malah memilih nafsu jahatku membimbingku kejurang kenikmatan tanpa sadar ku satu langkah lagi ku bisa terjatuh dalam jurang yang mungkin tak berdasar.

Dengannya, banyak hal yang bisa ku ambil pelajaran. Minimal dy mengajarkan ku banyak hal tentang agama yang ku anut sejak kulahir. Agama yang harus nya ku jalani dengan setiap aturan yang ada tapi dasar ku manusia tak tau rasa takut akan hari akhir menjalani kapan ku ingin kan saja. Padahal sang Khalik tak pernah pilih kasih, dia terus beri ku segalah hal tanpa memandang banyak dosa ku padaNya.

Dengannya, aku ingin memperbaiki diri. Moga menjadi sahabatnya merupakan jalan Allah S.W.T untuk memerikan ku hidayah.amien


Monday, November 23, 2009

untuk siapa aja

Bismillah,


Smoga bermanfaat ya vi.


Kepada
Hamba ALLAH yang menganiaya
diri-diri mereka

Assalaamu 'Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Segala puji ALLAH semata. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan yang dibisikkan oleh jiwa-jiwa kami dan dari keburukan perbuatan kami. Aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah selain ALLAH Ta'ala semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Salam dan shalawat semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam, keluarga beliau, shahabat beliau serta seluruh pengikut beliau yang ikhlash hingga hari kiamat.

Ketahuilah bahwa sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.

ALLAH Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Ashr : 1-3, yang terjemahannya :

“Demi masa ; sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian ; kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati untuk mentaati kebenaran dan nasehat menasehati untuk menetapi kesabaran”

Dengan izin ALLAH Tabaraka wa Ta'ala, dan didorong oleh keinginan untuk mendapatkan ridha-Nya, maka lembaran ini ditulis.

Ya ukhti (saudara perempuan),……………..

ALLAH Ta'ala berfirman dalam surah 33:59, yang terjemahannya :

“Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak wanitamu dan istri orang-orang mu’min agar mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

ALLAH Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur’an surah 24:31, yang terjemahannya :

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya serta tidak menampakkan perhiasannya kecuali (yang biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka.”

Firman ALLAH Ta'ala dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ :32, yang terjemahannya :

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.”

Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam, yang terjemahannya :

“sungguh, ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits Riwayat Ath Thabrani dalam Shahihul Jami’)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam bersabda, yang terjemahannya :

“Janganlah seorang pria berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita, karena sesungguhnya teman ketiga mereka adalah syetan.” (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad dengan isnad shahih dari Umar Radhiallahu 'Anhu)

Ukhti………………

ALLAH Ta’ala adalah pencipta alam ini. Langit yang tujuh dan bumi yang tujuh senantiasa berada dalam kekuasaan-Nya. Gunung yang tinggi, jurang yang dalam, lautan yang menghampar, dan gurun yang seolah tak bertepi adalah kepunyaan-Nya. Mereka semua takut kepada-Nya.

Lihatlah Bima Sakti, niscaya engkau mendapatinya seolah titik di tengah luasnya ruang angkasa.

Lihatlah bumi, niscaya engkau mendapatinya seolah titik di tengah luasnya Bima Sakti.

Lihatlah gunung yang tinggi, niscaya engkau mendapatinya seolah titik di tengah luasnya bumi.

Kemudian lihatlah dirimu, niscaya engkau mendapatinya seolah titik diantara deretan pegunungan.

Setelah itu semua, masih layakkah diri itu sombong dan menentang Sang Maha Pencipta…….masih pantaskah diri itu merasa aman dari azab-Nya……..masih bolehkah ia melecehkan Firman-Firman-Nya…..masihkah ukhti…………? Sedangkan bima sakti nan megah itu, bumi yang menjadi sumber penghidupanmu, matahari yang bersinar, dan semuanya…….…….bertasbih memuji-Nya dalam keadaan rela !!

Sungguh…….diri itu dulunya hanyalah setetes mani yang hina. Kemudian ALLAH Ta’ala memilihnya diantara sekian ribu lainnya, untuk menjadi manusia. Seandainya ia tak dipilih, mengalirlah ia di selokan-selokan hitam nan busuk bersama busa-busa deterjen murahan. Namun ALLAH Ta’ala memilihnya, ALLAH Ta’ala mengangkat derajatnya sebagai makhluk yang diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Tetapi…….ia kemudian durhaka, Ia sombong dan menentang Firman Rabb-nya, ia tidak mengindahkan peringatan-peringatan yang disampaikan kepadanya, ia melecehkan sabda-sabda utusan-Nya, ia menganggap neraka hanyalah bualan mimpi belaka, ia mengira akhirat adalah fatamorgana yang menipu, ia mengira kehidupan setelah kematian adalah dongeng-dongeng pengantar tidur…… .

Ukhti……..jawablah……ganjaran apakah yang pantas diberikan kepadanya, padahal ia dulunya hanyalah mani yang hina….?

Ukhti…….ALLAH Ta’ala telah mengangkat derajat kaummu. Dari rahim-rahim mereka lahir para Nabi (keselamatan semoga senantiasa bagi mereka semuanya), dari rahim mereka pulalah lahir para ulama pewaris Nabi, dan tak ketinggalan pula para pemikir-pemikir brilliant lahir dari rahim mereka. Tidakkah diri itu bangga dan bahagia jika dari rahimnya lahir seorang ‘alim nan shalih yang senantiasa dikenang keluhuran budinya, ataukah seorang yang cerdas yang senantiasa dekat dengan Rabb-nya………tidakkah….? Sungguh, siapapun akan bahagia…ukhti !!

Namun, apatah jadinya jika yang lahir itu adalah seorang anak yang tak jelas siapa ayahnya……yang kemudian dilecehkan dan dijauhi oleh masyarakatnya……? Tidakkah hati itu sakit…….? Tidakkah hati itu ingin berteriak lepas……? Tidakkah hati itu merana ……….?

Ukhti, sebelum itu semua terjadi. Sebelum musibah dan bencana itu menimpamu, sebelum segala sesuatunya menjadi penyesalan di kemudian hari…………….Ayo, kuatkan hatimu, mantapkan imanmu dan bertaubatlah….. sesungguhnya ALLAH Maha Penerima Taubat……tinggalkanlah lakon yang sedang engkau jalani saat ini, lupakanlah semua kenangan buruk itu, jauhkanlah dirimu dari neraka, larilah sebisamu darinya…………………songsonglah surga, yang ALLAH siapkan bagi orang-orang yang beriman……..

Perumpamaan manusia yang memadu kasih (pacaran) di jalan yang diharamkan ALLAH Ta’ala baginya…………adalah seperti seseorang yang senantiasa berdiri di tepian jurang yang dalam. Di bawahnya, berdiri kokoh batuan cadas yang siap merobek-robek siapapun yang jatuh ke dalamnya. Ketika dikatakan kepadanya, menjauhlah dari jurang itu, selamatkanlah dirimu…!! maka ia berkata : “Tidak….., aku mampu menahannya, aku mampu menjaga diriku agar tidak jatuh ke dalamnya…” Padahal angin senantiasa menderu menerpa tubuh kecilnya, dan musim senantiasa berpihak kepada angin, agar angin semakin kencang mendorongnya memasuki jurang itu………namun ia tetap tidak beranjak dari tempatnya…..ia tetap tak bergeming dengan peringatan-peringatan………sampai suatu ketika………..tersiarlah kabar, bahwa ia telah mengakhiri petualangannya……..dengan cara yang sangat mengenaskan…………IA TELAH TERJATUH KE DALAM JURANG………………….!!!!!

Ukhti………….

Bersama lembaran ini, ana berpesan kepada ukhti….. untuk mencari buku yang ditulis oleh ayahandamu Syaikh Ali Thanthawi…………………Ana juga berharap agar ukhti mencari buku yang berjudul “Taubat, Jalan Pintas Menebus Dosa”, karena ana melihat begitu banyak manfaat dalam buku tersebut, bagi jiwa yang sedih, bagi jiwa yang kering dan membutuhkan “makanan”…….

Akhir kata, Jika sekiranya……………ada kata yang kurang berkenan, atau ada kata yang salah…..tolong, maafkanlah , …..dan sampaikanlah kepada ana, agar ana bisa memperbaiki diri dengannya……Sesungguhnya ana takut akan suatu hari dimana semua ummat manusia dikumpulkan dan ana termasuk orang-orang yang merugi di antara mereka……

Wallahu a'lam...




pinta sang istri

Sebuah Pinta Seorang Istri ...

Kadangkala mungkin tergambar di benak fikiranmu, bahwa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasanganmu. Kadang kala ia mengganggu dalam pergaulan sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun berubah menjadi ketegangan.
Suamiku…..


Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang aku kau abaikan. Waktu di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu. Bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain.

Bukankah Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, “Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, “Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)

Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. Tidaklah sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu. Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan, sadarlah, sesungguhnya egois telah menguasai dirimu. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.
Duhai Suamiku…

Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.” [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.

Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.

Wahai Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini…
Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku,
jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Amin ya rabbal alamin.

Monday, November 16, 2009

Keheningan malam ini mendambah kehampaan hatiku. Menumbuhkan rasa sakit termata dalam. di tambah lagi desiran angin menyayat setiap sendi tulang, menjadikannya membeku. tapi aku tidak berniat berhenti menulis surat untuk mu yang disana, untuk mu yang melepaskan kata-kata tajam mengiris setiap ulu hati yang memang telah terluka. Surat ini kutujukan kepada nya yang disana.
Untuk mu yang disana!!!
teramat sulit bagiku tuk menulis ini, apalagi ini tulisan yang mungkin jadi tulisan terakhirku untukmu. apa harus tulisan ini ku beri embel embel apa kabar? sedangkanku yang bertanya ku bahkan g ada kabarnya. Aku bagai menghilang dalam malam.

Aku tak bisa pungkiri, saat itu indah saat kau katakan aku lah alasan mu disini. Hingga tak mungkin ada alasan lain bagimu. Aku malu saat mendengar itu tapi dari hati kecilku aku bangga dan aku jg bahagia. Tanapa kusadari kau malah membodohiku.

kau ingat satu kata" sayang, aku dulu memanfaat kan ku untuk keiinginan ku tapi sejak rasa cinta itu tumbuh, mas selalu ingin melindungi adk", kata-kata manis yang membuat gunung es di hatiku meleleh.

Tapi gunung es itu mulai membeku kembali, saat kata-kata mu yang lain menusukku. Kata-kata yang mampu menghapus setiapa rasa yang perhah ada dan meretakkan setiap kenangan.

Aku cewek bodoh yang hidup tanpa cinta dan tiba-tiba kau hadir didepan ku dengan impian cinta yang muluk kuterima tanpa kusadarri feelingku menolak tap itak kuhiraukan karena kebutaan ku akan cinta yang sejak lama tak kudapat. Karena aku di butakan oleh ketulusan cinta palsu mu.

malam derita ku hadir juga, malam disaat kau putuskan untuk tak lagi bersama ku. malam di saat aku tau semua dusta
" aku dari awal tuh suka teman kamu, tau! tapi dulu aku tidak ada kesempatan. Sekarang aq dah ada kesempatan makanya aku ingin kejar dy lagi dan mengakiri hubungan kita" kata2 itulah yang kau ucapkan saat itu. Aku bingung, aku terdiam dan aku tak menangis. Rasanya saat itu aku hampa tanpa rasa. tak sedih tak pula marah. Aku hampa.
malaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaas nulisssssssssssssssss..kpn2 aja








Friday, November 13, 2009

the end

Sudah lama sekali aku tidak menulis sejak kau kulenyapkan dari keseharian ku. Sadis sekali ya kata-kata ku. Tapi kadang kata-kata seperti ini bahkan terlalu baik untuk menggambarkan dirimu yang tega lakukan ini padaku.

Tapi setelah berhari-hari kupikirkan aku mulai sadar kau lah yang terluka, kau lah yang lebih sedih karena harus berpura-pura selama itu. Berpura-pura memenuhi setiap hari-hari ku, dan setiap mauku. maafkan aku yang tak dapat membaca dan mengenali hatimu itu. Dan membiarkan mu memendam semuanya sendiri. maafkan aku yang membiarkanmu menjadi bagian hatiku. Harusnya kau jujur dari awal kurasa tak sebesar ini kesakitan yang kau rasakan. Maaf kan aku mantan ku. Jaga dia yang sekarang bersamamu. Menjauh lah jalan yang buat kita kembali pada posisi kita yang semula. Meletakkan kita pada posisi hidup yang harus kita jalani hingga saat nya menyimpang kita masih tau arah mana tuk kembali lurus.


Monday, November 9, 2009

ku mohon

berharap sekali langkahku kau sambut
berharap cinta berbalas
berharap meminta di beri
dan berharap senyuman terbaik

rasa ini mulai muncul saat kau pergi
rasa ini ku pupuk biar tumbuh seindah impian
rasa ini ku jaga dengan jiwa
sekarang rasa ini kusiram dengan air mata

ku ingin menolak takdirku untuk pergi
walaupun pergi adalah jalanku
kutinggal sepenggal kisah manis
tak kusangka berakhir tragis

kejujuran yang selalu ku berikan
ternyata tak sejujur yang kudapatkan
kebisuan mewarnai setiap langkah
menutup diri jalan yang kau langkah

bukan ku tak sabar
bukan ku tak ingin menunggu
seharusnya kau ingat
aq selalu sbar menunggu tanpa pergi darimu

aku cuma butuh satu hal
sebuah kepastian akan kita
biar langkah ku benar
biar langkahku tepat
meskipun langkah ini membuat ku menjauhi mu
meskiupun langkah ini membuatku rapuh
tapi jika ada kepastian darimu
aku rela tuh pergi jika itu jalannya
meski menjauh dan pergi

Tuesday, November 3, 2009

Rusia. Keajaiban Ayat-ayat Al-Quran muncul dikulit bayi

Orangtua dari bayi yangterdapat ayat Alquran di tubuhnya asal Rusia Selatan mengklaim bahwa putra mereka telah ditandai oleh Allah.

Sang ibu, Madina, mengatakan bahwa dia dan suaminya bukan merupakan orang yang taat beragama sampai tulisan-tulisan itu muncul. Madina mengatakan, mereka awalnya tidak memperlihatkan kepada siapa pun mengenai tulisan-tulisan yang tidak bisa dijelaskan itu sampai akhirnya mengungkapkan hal tersebut ke dokter dan imam di desa mereka, Oktober Merah, yang merupakan kawasan dengan pengaruh Muslim yang kuat. Saat ini, si bayi menjadi fokus perhatian orang-orang Muslim di kawasan tempat tinggalnya di Provinsi Dagestan yang berdekatan dengan daerah konflik Chechnya di selatan Rusia. Seorang anggota parlemen lokal, Akhmedpasha Amiralaev, mengatakan bahwa “Bayi laki-laki ini merupakan tanda dari Allah. Allah menggirimkannya ke Dagestan untuk menghentikan pemberontakan dan ketegangan di republik kita.”

Ibu si bayi mengatakan, “Biasanya tanda-tanda itu muncul dua kali seminggu, pada hari Senin dan pada malam antara Kamis dan Jumat. Ali selalu merasa kesakitan ketika itu muncul. Dia menangis dan suhu tubuhnya tinggi. Tidak mungkin menggendongnya ketika itu terjadi. Badannya aktif bergerak, maka kami menempatkan dia di ayunannya. Sedih rasanya ketika melihat dia menderita.” Frase-frase itu, kata Madina, secara teratur bergantian muncul di kulit si bayi.

Seorang imam lokal, Abdulla, mengatakan kepada penduduk bahwa dalam Al Quran dikatakan, sebelum akhir zaman datang, akan muncul orang-orang dengan ayat-ayat kitab suci di tubuh mereka. Dia mengatakan, salah satu tanda yang terbaca berbunyi, “Jangan sembunyikan tanda-tanda ini dari orang-orang.” Kisah bayi dari Dagestan ini juga telah menarik perhatian media Rusia.



Pejabat agama setempat percaya bahwa ini adalah tanda-tanda Kebesaran Allah Yang Mahakuasa. Kepala pusat Muslim Kaukasus Utara Berdyev Ismail menegaskan tanda-tanda tersebut ditujukan kepada orang-orang tidak memiliki keyakinan tentang kebesaran Allah.

Biarkan mereka melihat bahwa tanda-tanda ini tidak disengaja. Ini adalah tanda-tanda kebesaran Allah. Kami, umat Muslim menyadari hal itu. Biarkan skeptis dan ketidak percayaan akan menyadarkannya juga, "ia menegaskan.

Dewan Mufti Rusia melihat pesan ini merupakan keajaiban.Kami menafsirkan tanda-tanda sebagai panggilan untuk orang-orang Muslim di kawasan tempat tinggalnya di Provinsi Dagestan Rusia.

Mereka harus bertobat kepada Allah atas dosa-dosa mereka dan menyelesaikan konflik perang saudara yang telah melumpuhkan Dagestan dan seluruh Kaukasus, "sebuah pernyataan yang di lansir website resmi mereka.

Sementara itu, para dokter berpikir sebaliknya. Mereka hampir yakin tanda-tanda telah ditulis oleh orangtua Ali .

Lyudmila Luss dari lembaga imunologi Rusia mengatakan bahwa tulisan di badan bayi telah dibuat menggunakan bahan kimiawi.

"Bahan seperti lada dan garam atau obat-obatan yang dapat menyebabkan peradangan pada kulit dan meninggalkan bekas merah dalam bentuk huruf Arab. Kulit kemudian menjadi terkelupas dan meradang ketika membelai atau digosok dengan benda tumpul.

Sejauh ini, keluarga Ali telah menolak untuk pemeriksaan teliti. Sementara itu, media Rusia melaporkan bahwa Ali awalnya didiagnosis dengan penyakit jantung koroner dan serebral spastic kelumpuhan kanak-kanak, tetapi secara berangsur-angsur kelainan tersebut mulai hilang.


Monday, November 2, 2009

aku dan anarkis bag.4

Aku tak tahu harus mulai dari man. Smakin kesini hubungan kami makin menyakitkan. Tidak ada yang bisa disalahkan dan tidak ada yang benar. Entah siap yang memulai atau aku yang memang sedikit mulai sensitif.

Aku hanya merasa anarq ku berubah. Dulu dia minta perhatian penuh tanpa di ganggu teman2 yang lain sekrang dia memaksaku untuk bergabung bersama teman-temanku, terus terang aku kaku masalahnya aku telah meninggalkan mereka dari dulu atas permintaan nya. Dulu dia hany mendahulukan aku dari orang lain tapi sekarang dia bahkan tak hadr saat ku tunggu tak menyapa saat ku diam. dan terlalu bnyak yang dia sembunyikan dariku dan itu menambah kesakitanku. Aku mungkin juga sadar, dia bekerja terlalu keras tapi bukan perhatian penuh yang aku minta seperti yang dulu dia minta tapi aku cuma perlu sedikit waktu tesisanya buat ku bukan orang lain. Egois kah aku??? mungkin dan mungkin inilah yang membuat nya jauh dari ku.

Saat menulis ini rasanya berat sekali embayangkan kisah ini berakhir tidak seperti yang kami ingin kan. Dan aku juga tidak tau apa kisah ini berlanjut tau berakhir disini. Sulit sekali menulis ini. Rasanya airm mata tak berhenti tuh jatuh. sakit.

yang terakhir kucoba katakan padanya saat dia diam seribu bahasa"mas. diam lah terus hingga mas puas..adk mundur dan jika mas mau mas boleh cari orang yang menduduki kursi adk.bye"
Sampai saat kata-kata itu kukeluarkan dia hanya diam. Dan itu meyakinkan ku bahwa kami selesai.

Sulit sekali mengakhiri semua ini karena dia berjanji padaku akan mempertahankan hubungan ini selamanya. Tapi ternyat tidak itu yang aku lihat..

Aku berharap, jika ini berakhir dia mendapatkan wanita yang baik hati dan mendukungnya selalu, menyanyanginya menerima kekurangannya. amien!

Jika tidak , beri kami jalan untuk memeperbaikinya ya allah...

Sunday, November 1, 2009

pentingkah

Ini minggu ketiga aku menunggu nya. Menunggu untuk hal yang sama sekali tidak ku mengerti tapi walaupun tidak mengerti aku masih saja menunggu hadir nya. Sesaat aku sadar ini bakalan sia-sia tapi sesaat kemudian kugantungkan kembali harapan seolah dia pasti datang. Entah bodoh atau terkena cinta buta aku seperti gila sendiri tanpa coba melirik lelaki lain dan terus saja menunggu dia.

Sebenarnya, aku dan dia sebut saja namanya nya Adam. Aku dan Adam memiliki hubungan yang bisa di bilang sangat manis, itu dulu sesaat sebelum dia di tugaskan kebagian lain. Awal sih setuju aja karena kupikir bagian yang di kerjakan membuatnya semakin dekat dengan ku. ternyata eh ternyata itu membuat kami semakin jauh. satu minggu kami bisa saja ketemu cuma 1 kali paling bnyak 2 kali dan sejak minggu kedua ini kami nyaris tidak pernah bertemu. Mau nelponpun g bisa dan alasannya ponselnya rusak. Bagaimana ini ya????
"aku kangen", ucapku ku padanya beberapa hari yang lalu
"aku juga kangen", jawabnya kembali.

Sesaat sesuana menjadi hening, tak tau mau bicara apa. Kami kehabisan kata-kata. Hingga aku sibuk dengan teman-temanku dan begitu juga dia. memang saat kami bertemu teman-teman lagi berkumpul.
Akhirnya kita pulang tanpa menyelesaikan masalah menantian ini. Seolah kami sama-sama tidak peduli bahwa hubungan kami ini sangat genting. Aku ingin sekali menceritakan padanya bahwa ada lelaki lain yang coba dekati ku. Saat ingin cerita seolah bibir ini terkatup karena kebisuannya. Hubungan kami mulai sangat hambar, dia bahkan tidak pernh berikan ku kejutan-kejutan kecil yang manis yang dulu sering dia lakukan.

Karena inilah aku merasa hubungan ini mulai terasa hampa. Dan aku mulai merasa sia-sia menunggu. Malam ini aku masih coba saja menunggu nya walaupun aku sangat yakin kalo malam ini dia pasti tak akan datang. Hingga aku mendengar ponsel ku berdering. Kusadari kalau yang menghubungi ku adalah dia.
" sayang".
"iya," jawab ku ragu. Aku seperti dihubungi oleh seseorang yang lama tak kujumpai.
"kok kaku gitu sih sayangku,"balasnya dari seberang sana."hmm..iya".
" kok cuma iya, g kangen ya sama aku".
"kangen". jawab ku seadanya
" hei, pendiam ya. Kenapa sih? maafin aku ya say karena jarang ada waktu buat kamu beberapa minggu ini. itu karena minggu ini aku kerjakan semua pekerjaan, jadi minggu depan aku bisa lebih santai dan bisa nemanin kamu, maafin aku ya sayang.", penjelasannya benar=benar melegakan. Membuat setiap penantianku tak sia-sia.
"Kok diam sih sayang. besok kita jalan yuk",
" aku kangen kamu", cuma itu yang bisa ku katakan padanya dan disambut dengan gelak tawanya.

Malam ini terasa sangat berharga bagi ku, hingga aku menikmati waktu kami yang sangat singkat malam ini. Seolah besok ada banyak hal lain yang harus dilalui. Makasih tuhan karena membuat penantian ku tak berujung sia-sia.