Thursday, January 28, 2010

explorer

Kini aku berada di satu daerah yang belum pernah sekalipun aku kunjungi. Daerah yang harus nya tak ku datangi tapi aku telah disini. Harusnya aku sadar kalau inilah yang ku ingin kan sejak lama sejak aku tau kalau kehadiran ku di antara mereka hanya membuat se isi rumah penuh dengan kebencian. Entah perasaan ku atau ini emang kenyataan yang pasti itu lah yang membuat ku sekarang berada di daerah ini.
Kulangkah kan kaki ku menyusuri bandara yang mulai lengang. Aku takut tapi ini sudah menjadi keputusan." kau tau g, banyak anak orang yang balas budi, kau udah di angkat tak ada balas budi mu sedikitpun" itu kata-kata terperih yang sekarang membuat ku ada disini. kata-kata yang langsung di ucapakan oleh wanita yng selama 23 tahun ke panggil ibu. Niat tuk tinggalkan rumah sudah lama ku ingin kan. Banyak hal yang selalu dia ucapkan yang membuat ku tersentak dan membuat ku sadar betapa tidak berarti nya aku bagi keluarga ku.

Kududuk disalah satu kursi dan memandang sekitar, aku mencari seseorang yang menjemputku tapi wujud nya sama sekali tak kelihatan, ingin ku hubungi tapi batrei ponsel ku low.
" kamu gila ya, datang ke sini cuma buat melarikan diri",bentak Adam padaku saat tau niat ku." apa kamu g tau kalo orang tua mu bakalan sedih bnget", banyak celotehannya yang membuat ku pusing tapi tak ku dengarkan dan aku tetap pada pendirian ku tuk pergi dari rumah yang membenci ku.
Ku lihat kembali ke sekitar ku, di bandara Adi Sucipto inilah aku sekarang, ya sekarang aku di Jogja dan tak ada satu orang keluargapun yang berpikir kalau aku bakaln sampai kesini karena cuma tau kalau aku anak cengeng yang manja karena orang tua ku selalu menggambarkan diri ku yang buruk nya saja ke semua orang. Mereka selalu menggambarkanku sebagi wanita yang pemalas dan bnyak bicara hingga seluruh keluarga selalu meremehkan ku. Dan sekarang aku disini di Jogja di kota yang katanya kota pelajar kota yang banyak mengumpulkan para pelajar dari seluruh indonesia.
Kulihat jam tangan ku dan melihat di sekitarku, Keadaan mulai sepi. Orang-orang yang menjemput sudah pda pulang. Ya ampun, Aku mulai resah takut Adam tak menjemputku.
"nina ya??? maaf ya telat", tiba-tiba suara itu datang dari arah belakang. " iya, mas adam ya??", tanya ku kembali. Kulihat dia ter engah-engah seperti baru berlari" iya..maaf ya terlambat td ada kerjaan dikit.", di ambilnya tas ku dan terus jalan. Aku terpaku. " nin, ayoo jalan", teriak nya membuat ku sadar dan mengikutinya dari belakang.
Sebenaranya Adam cuma teman chattingku, tapi aku dekat dengannya seperti saudara. Dialah tempat mengadu saat semua orang menyudut kan ku. Dan ini pertama kali Aku bertemu dengannya. Makanya agak sedikit kaku.
Kami terus berjalan keluar bandara, aku hanya mengikutinya, kan aku tidak kenal Jogja sama sekali. Didepan bandara ada halte, kami berdiri disana. " nin, kita naik bus aja ya. motor ku lagi di pinjam ama teman",
"iya mas, gpp",
Tanpa perlu lama menunggu bus pun tiba. Kami segera menaikinya. Didalam bus aku bnyak diam. Karena dasar nya aku malu karena udah nyusahin laki-laki satu ini. tapi keliatannya Adam sama sekali tidak keberatan tapi aku juga tidak bisa baca hatinya. Dasar ya aku dimana-mana nyusahin orang.

Sepanjang perjalanan, banyak tempat-tempat yang menarik yang sering menjadi ikon bagi Jogja seperti malioboro. Aku sih kurang jelas tapi Adam menjelas kan beberapa tempat yang kami lalui. Tidak sampai setengah jam bus berhenti dan kami turun. Adam jelas kan kalau kami sudah sampai walaupun dia tidak menunjukkan rumahnya.

Awal nya aku cukup bingung, kenapa ada diam aja. Selang beberapa menit datang dua orang pria membawa sepeda motor dan aku langsung tau klo itu teman2 nya Adam yang datang menjemput. Adam membawa ku ke kost nya yang g jauh dr tempat kami td berhenti.
" nah, nin kamu istirhat disni ya", kata Adam sesaat setelah kami sampai dirumahnya yang dsar nya sih rumah kost. Karena aku tau Adam dah mandiri dan tidak tinggal dirumah orang tua lagi.
" terus , mamas tidur dimana?" tanya ku
" ya disini jga", jawab nya sambil melemparkan senyuman nakal yang membuat ku takut.
"hah?"
" kenapa kaget?" tanya nya lgi
" Tapi kan mas...hmmm",
" hehehehe kamu ini, takut kan. Siapa suruh kabur dari rumah. Aku di kamar sebelah. ini kamar teman ku dan kebetulan dia lagi pulang kampung. Jadi kamu disini aja.ok.",
"mas g jauh2 kan",
"kenpa? mau aq nginap di kamr ini?",
"yeeeeeeeeee,,,,udah ah sana..mas adk lapar hehehehe",
" dasar, mandi istirahat ntar aq beliin makanan.ok" Adam melangkah keluar darir kamar yang sekrang ku tempati. sebelum dia menutup pintu ku ucapakan terima kasih ku padanya dan hanya di balas dengan senyuman.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
"nin, aku bawa makanan nih", teriak Adam dari depan pintu kamarku." iya mas, bentar", sahutku dari dalam sambil membuka pintu dan melihat Adam dengan muka cemberutnya membawa 2 bungkus nasi.
" ngapain sih? lama banget buka pintunya",
" g liat ya, ini lagi sholat. mamas dah sholat?", jawab ku sambil menunjukan mukena yang ku kenakan." yaya maaf, udang dung dari tadi", jawab nya.
"ganti mukenannya, terus ambil piring didalam lemari tuh, biar kita makan", lanjutnya lagi.
Akhirnya kami makan dengan nasi padang dengan rendang daging kesukaan adam di campur sayur dari daun singkong ditambah beberapa menu lagi. Cukup menggiurkan buat ku yang belum makan kecuali makanan yang di berikan dipesawat. Makanan pertama yang ku makan di Jogja. Jauh-jauh datang dari sumatera ke Jawa cuma dapat nasi Padang. Tapi makanan ini cukup membuat ku kenyang.
" Alhamdulillah. mkasih ya mas",
" gmana. masih lapar?", tanya Adam ku jawab hanya dengan gelengan. Tiba-tiba ponsel Adam berdering dan saat Adam berbicara aq langsung tau kalau yang menelpon adalah vivi, anak Aceh yang juga teman ku dan mantan Adam. Saat Adam melirik ku, aku sadar pasti vivi tanya keberadaan ku karena orang tua ku kenal dengan vivi. Aku langsung menggeleng dan memohon pada Adam untuk tidak memberi tahu keberadaan ku dan Adam kali ini berpihak padaku.
" mkasih ya mas", ucapku saat dy menutup telponnya.
" kamu ini benar2 di cari keluarga mu",
"biar dulu deh, eh mas kenpa sih bisa putus dari vivi?" tanya ku mengalihkan pembicaraan." aku g suka lagi ama dia. ngebosanin n bawel", jawabnya sambil menyalakan rokok nya."terus kemaren kok jadian?", tanya ku lagi
" enak aja mainin nya, udah ah kok jadi aq yang di tanyain, aku keluar dulu. ini dah malam langsung istirahat n tidur jangn lupa kunci pintu", dy langsung berdiri dan keluar dari kamarku.
setelah kukunci pintu kamar kurebahkan badan ku dikasur tipis milih teman adam. Ku lihat langit-langit kamar yang lebih rendah dari langit-langit kamar dikamarku. Jujur didalm hati aku tidak nyaman tidur disini. Bukan sombong sih, tapi aku memiliki semua yang harus nya dimiliki sebuah kamar yang nyaman. Tapi ke angkuhan ku memaksaku pergi dan harus tinggal disini. Tempat yang bagi ku sangat kecil dan sumpek." aduuh, harus nya bersyukur dikasih tempat tinggal..", umpat ku dalam hati. Tapi kalao emang aku mau lari dari rumah harusnya aku tidak menyusahkan mas adam. Hidup nya udah pas pasan aku malah menambah beban nya. Kurasa aku harus pergi dari sini atau aku harus mulai mencari kerja, tapi apa? Aku bahkan g kenal kota ini dan tidak kenal siapapun selain mamas. Lama berpikir akhir tanpa kusadari hingga ku terlelap dan terbangun karena cahaya matahari yang menembus celah lombang jendela mengenai wajah ku. Dah pagi rupanya............
.....................................................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................................................
" mas. nina mau pergi!", kata ku pada nya saat kami sarapan.
"hmmm kemana?",
" kemana aja, yang jelas pergi", jawab ku
"ya kemana?", tanya nya lagi pada ku. " ya kemana aja!" jawab ku lagi. Dia menatap ku sambil menyeringai dan mengerut kan dahi" iya. kamu mau pergi tapi kemana?", aku tak mampu lagi menjawab. aku bingung. Ku tak tau harus kemana, ke Jogja aja aku sudah menyulitkan banyak orang kalo aku ke tempat lain aku pasti menyulitkan banyak orang lain lagi.
" heh, malah bengong, mau kmana?", Aku hanya menunduk dan menggelengkan kepala. aku bingung.
" kamu ini ya, tadi katanya mau pergi sekarang ditanya mau kemana malah g tau, aneh", lama aku terdiam hingga ntah apa yng terlintas di benak ku" nina mau ke boyolali ketempat yoyok" jawab ku se adanya. padahal aku belum memberitahu yoyok kalo aku akan ketempatnya. Entah apa yang ku pikirkan yang jelas aku tidak akan menyusahkan mas Adam lagi."yoyok itu siapa?",
"dia teman kita jg di abel mas, tuh lah sibuk pacaran teman sendiri pun g tau", jawab ku sekenannya
" tapi kamu masih1 hari disini, tunggu lah beberapa hari lagi kan masih capek", jawab adam
"pengen sih tapi nina g mau gangguin mamas ntar pacar mamas ngamuk pula gara2 mamas nyimpan cewek lainheheheheh", aku mulai senyum menggoda ama mamas." ayooo tadi malam siap tuh dikamar mamas hehehehe ayoo jujur", aku centil jarinya samil tersenyum nakal.
" apa sih",
" ayoo jawab"
" g ada. kamu apaan sih nin", mulai terlihat di permain kan dy jitak kepala ku
" aduuuh sakit iiih cuma becanda serius amit hehehehe",
"g lucu tau", jawab adam kesal. Aku hanya tertawa karena melihatnya kesal saat ku candain.
....................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................













Monday, January 25, 2010

Puisi buat hari ini

terseok-seok langkah mendekat saat terluka
saat telah bisa berlari malah melangkah menjauh
memohon dengan jiwa raga dan seluruhnya akan di korbankan saat meminta
telah dapat mulai bersikap angkuh

saat Dia bersikap pada mu
kau anggap Dia tak anggap kau ada
tanpa sadar Dialah yang memberi roh padamu
hingga dari tiada kau jadi ada

sulit terima kenyataan yang perih
tapi bahagia saat di beri kesenangan
mengertikah jika sedih yang di beri sebagai ujian akan kesabaran
dan bahagia adalah ujian tuk nanti mampu menerima sedih

Wednesday, December 2, 2009

perawan tua Mesir

MESIR: Kisah Para Perawan Tua Mesir
by: Marwa Rakha

Para perempuan tua, orang terpinggirkan dari masyarakat mesir angkat suara dengan harapan mengubah pandangan masyarakat.

Mengapa kita menjadi perawan tua? Kita bertanya-tanya dan menemukan opini yang disertai alasan-alasan kosong. Setiap kita mengeruk setil pengalaman hidup, dan menduga-duga apa yang menyebabkan kita menjadi perawan tua. Dan kita berhasil menunjukkan beberapa faktor umum yang memicu situasi sengsara kita.

Mandiri, sukses dan otak menjadi stigma, karena kita tinggal dalam masyarakat dimana perempuan cerdas, berprestasi dan mandiri menarik sekaligus menantang kamu laki-laki, mereka dengan gencar meneliti para perawan tua, mereka senang berada disisi kita karena karakter kuat kita, namun apa selanjutnya?

kpn2 lgii



Monday, November 30, 2009

cintaku

ingin menangis ku saat ku tau kau melukai ku
tapi ku sadar inilah dirimu
ingin ku teriak kencang saat kau ludahi setiap benda ku
tapi ku tak bisa, karena dari awal ku tau itulah kamu

kucinta kamu, dengan setiap belaian mu
ku damba akan mu dan sentuhan manjamu
ku bahkan rela kau injak dan kau sakiti dengan tangan mu karena ku cinta kamu
karena cinta ini, aq rela tersiksa dalam sakitku

kini kau pergi
meninggalkan ku sendiri
aku sedih tapi apa yang bisa ku lakukan.
ohhh kucing ku
i miss u
jika nanti kau kembali, tempat mkanan mu masih ditempat yang sama





Thursday, November 26, 2009

tuk my new friend

Kutemui seorang sahabat beberapa hari yang lalu, memiliki tutur kata yang baik dan memiliki cara padang yang unik tentang kehidupan yang jarang kutemui untuk jaman seperti. Dengan nya aku merasa bertemu masa-masa yang dulu kejalani yang lama ku tinggalkan, aku malah memilih nafsu jahatku membimbingku kejurang kenikmatan tanpa sadar ku satu langkah lagi ku bisa terjatuh dalam jurang yang mungkin tak berdasar.

Dengannya, banyak hal yang bisa ku ambil pelajaran. Minimal dy mengajarkan ku banyak hal tentang agama yang ku anut sejak kulahir. Agama yang harus nya ku jalani dengan setiap aturan yang ada tapi dasar ku manusia tak tau rasa takut akan hari akhir menjalani kapan ku ingin kan saja. Padahal sang Khalik tak pernah pilih kasih, dia terus beri ku segalah hal tanpa memandang banyak dosa ku padaNya.

Dengannya, aku ingin memperbaiki diri. Moga menjadi sahabatnya merupakan jalan Allah S.W.T untuk memerikan ku hidayah.amien


Monday, November 23, 2009

untuk siapa aja

Bismillah,


Smoga bermanfaat ya vi.


Kepada
Hamba ALLAH yang menganiaya
diri-diri mereka

Assalaamu 'Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Segala puji ALLAH semata. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan yang dibisikkan oleh jiwa-jiwa kami dan dari keburukan perbuatan kami. Aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah selain ALLAH Ta'ala semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Salam dan shalawat semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam, keluarga beliau, shahabat beliau serta seluruh pengikut beliau yang ikhlash hingga hari kiamat.

Ketahuilah bahwa sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.

ALLAH Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Ashr : 1-3, yang terjemahannya :

“Demi masa ; sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian ; kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati untuk mentaati kebenaran dan nasehat menasehati untuk menetapi kesabaran”

Dengan izin ALLAH Tabaraka wa Ta'ala, dan didorong oleh keinginan untuk mendapatkan ridha-Nya, maka lembaran ini ditulis.

Ya ukhti (saudara perempuan),……………..

ALLAH Ta'ala berfirman dalam surah 33:59, yang terjemahannya :

“Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak wanitamu dan istri orang-orang mu’min agar mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

ALLAH Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur’an surah 24:31, yang terjemahannya :

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya serta tidak menampakkan perhiasannya kecuali (yang biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka.”

Firman ALLAH Ta'ala dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ :32, yang terjemahannya :

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.”

Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam, yang terjemahannya :

“sungguh, ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits Riwayat Ath Thabrani dalam Shahihul Jami’)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam bersabda, yang terjemahannya :

“Janganlah seorang pria berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita, karena sesungguhnya teman ketiga mereka adalah syetan.” (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad dengan isnad shahih dari Umar Radhiallahu 'Anhu)

Ukhti………………

ALLAH Ta’ala adalah pencipta alam ini. Langit yang tujuh dan bumi yang tujuh senantiasa berada dalam kekuasaan-Nya. Gunung yang tinggi, jurang yang dalam, lautan yang menghampar, dan gurun yang seolah tak bertepi adalah kepunyaan-Nya. Mereka semua takut kepada-Nya.

Lihatlah Bima Sakti, niscaya engkau mendapatinya seolah titik di tengah luasnya ruang angkasa.

Lihatlah bumi, niscaya engkau mendapatinya seolah titik di tengah luasnya Bima Sakti.

Lihatlah gunung yang tinggi, niscaya engkau mendapatinya seolah titik di tengah luasnya bumi.

Kemudian lihatlah dirimu, niscaya engkau mendapatinya seolah titik diantara deretan pegunungan.

Setelah itu semua, masih layakkah diri itu sombong dan menentang Sang Maha Pencipta…….masih pantaskah diri itu merasa aman dari azab-Nya……..masih bolehkah ia melecehkan Firman-Firman-Nya…..masihkah ukhti…………? Sedangkan bima sakti nan megah itu, bumi yang menjadi sumber penghidupanmu, matahari yang bersinar, dan semuanya…….…….bertasbih memuji-Nya dalam keadaan rela !!

Sungguh…….diri itu dulunya hanyalah setetes mani yang hina. Kemudian ALLAH Ta’ala memilihnya diantara sekian ribu lainnya, untuk menjadi manusia. Seandainya ia tak dipilih, mengalirlah ia di selokan-selokan hitam nan busuk bersama busa-busa deterjen murahan. Namun ALLAH Ta’ala memilihnya, ALLAH Ta’ala mengangkat derajatnya sebagai makhluk yang diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Tetapi…….ia kemudian durhaka, Ia sombong dan menentang Firman Rabb-nya, ia tidak mengindahkan peringatan-peringatan yang disampaikan kepadanya, ia melecehkan sabda-sabda utusan-Nya, ia menganggap neraka hanyalah bualan mimpi belaka, ia mengira akhirat adalah fatamorgana yang menipu, ia mengira kehidupan setelah kematian adalah dongeng-dongeng pengantar tidur…… .

Ukhti……..jawablah……ganjaran apakah yang pantas diberikan kepadanya, padahal ia dulunya hanyalah mani yang hina….?

Ukhti…….ALLAH Ta’ala telah mengangkat derajat kaummu. Dari rahim-rahim mereka lahir para Nabi (keselamatan semoga senantiasa bagi mereka semuanya), dari rahim mereka pulalah lahir para ulama pewaris Nabi, dan tak ketinggalan pula para pemikir-pemikir brilliant lahir dari rahim mereka. Tidakkah diri itu bangga dan bahagia jika dari rahimnya lahir seorang ‘alim nan shalih yang senantiasa dikenang keluhuran budinya, ataukah seorang yang cerdas yang senantiasa dekat dengan Rabb-nya………tidakkah….? Sungguh, siapapun akan bahagia…ukhti !!

Namun, apatah jadinya jika yang lahir itu adalah seorang anak yang tak jelas siapa ayahnya……yang kemudian dilecehkan dan dijauhi oleh masyarakatnya……? Tidakkah hati itu sakit…….? Tidakkah hati itu ingin berteriak lepas……? Tidakkah hati itu merana ……….?

Ukhti, sebelum itu semua terjadi. Sebelum musibah dan bencana itu menimpamu, sebelum segala sesuatunya menjadi penyesalan di kemudian hari…………….Ayo, kuatkan hatimu, mantapkan imanmu dan bertaubatlah….. sesungguhnya ALLAH Maha Penerima Taubat……tinggalkanlah lakon yang sedang engkau jalani saat ini, lupakanlah semua kenangan buruk itu, jauhkanlah dirimu dari neraka, larilah sebisamu darinya…………………songsonglah surga, yang ALLAH siapkan bagi orang-orang yang beriman……..

Perumpamaan manusia yang memadu kasih (pacaran) di jalan yang diharamkan ALLAH Ta’ala baginya…………adalah seperti seseorang yang senantiasa berdiri di tepian jurang yang dalam. Di bawahnya, berdiri kokoh batuan cadas yang siap merobek-robek siapapun yang jatuh ke dalamnya. Ketika dikatakan kepadanya, menjauhlah dari jurang itu, selamatkanlah dirimu…!! maka ia berkata : “Tidak….., aku mampu menahannya, aku mampu menjaga diriku agar tidak jatuh ke dalamnya…” Padahal angin senantiasa menderu menerpa tubuh kecilnya, dan musim senantiasa berpihak kepada angin, agar angin semakin kencang mendorongnya memasuki jurang itu………namun ia tetap tidak beranjak dari tempatnya…..ia tetap tak bergeming dengan peringatan-peringatan………sampai suatu ketika………..tersiarlah kabar, bahwa ia telah mengakhiri petualangannya……..dengan cara yang sangat mengenaskan…………IA TELAH TERJATUH KE DALAM JURANG………………….!!!!!

Ukhti………….

Bersama lembaran ini, ana berpesan kepada ukhti….. untuk mencari buku yang ditulis oleh ayahandamu Syaikh Ali Thanthawi…………………Ana juga berharap agar ukhti mencari buku yang berjudul “Taubat, Jalan Pintas Menebus Dosa”, karena ana melihat begitu banyak manfaat dalam buku tersebut, bagi jiwa yang sedih, bagi jiwa yang kering dan membutuhkan “makanan”…….

Akhir kata, Jika sekiranya……………ada kata yang kurang berkenan, atau ada kata yang salah…..tolong, maafkanlah , …..dan sampaikanlah kepada ana, agar ana bisa memperbaiki diri dengannya……Sesungguhnya ana takut akan suatu hari dimana semua ummat manusia dikumpulkan dan ana termasuk orang-orang yang merugi di antara mereka……

Wallahu a'lam...




pinta sang istri

Sebuah Pinta Seorang Istri ...

Kadangkala mungkin tergambar di benak fikiranmu, bahwa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasanganmu. Kadang kala ia mengganggu dalam pergaulan sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun berubah menjadi ketegangan.
Suamiku…..


Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang aku kau abaikan. Waktu di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu. Bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain.

Bukankah Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, “Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, “Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)

Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. Tidaklah sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu. Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan, sadarlah, sesungguhnya egois telah menguasai dirimu. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.
Duhai Suamiku…

Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.” [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.

Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.

Wahai Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini…
Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku,
jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Amin ya rabbal alamin.

Monday, November 16, 2009

Keheningan malam ini mendambah kehampaan hatiku. Menumbuhkan rasa sakit termata dalam. di tambah lagi desiran angin menyayat setiap sendi tulang, menjadikannya membeku. tapi aku tidak berniat berhenti menulis surat untuk mu yang disana, untuk mu yang melepaskan kata-kata tajam mengiris setiap ulu hati yang memang telah terluka. Surat ini kutujukan kepada nya yang disana.
Untuk mu yang disana!!!
teramat sulit bagiku tuk menulis ini, apalagi ini tulisan yang mungkin jadi tulisan terakhirku untukmu. apa harus tulisan ini ku beri embel embel apa kabar? sedangkanku yang bertanya ku bahkan g ada kabarnya. Aku bagai menghilang dalam malam.

Aku tak bisa pungkiri, saat itu indah saat kau katakan aku lah alasan mu disini. Hingga tak mungkin ada alasan lain bagimu. Aku malu saat mendengar itu tapi dari hati kecilku aku bangga dan aku jg bahagia. Tanapa kusadari kau malah membodohiku.

kau ingat satu kata" sayang, aku dulu memanfaat kan ku untuk keiinginan ku tapi sejak rasa cinta itu tumbuh, mas selalu ingin melindungi adk", kata-kata manis yang membuat gunung es di hatiku meleleh.

Tapi gunung es itu mulai membeku kembali, saat kata-kata mu yang lain menusukku. Kata-kata yang mampu menghapus setiapa rasa yang perhah ada dan meretakkan setiap kenangan.

Aku cewek bodoh yang hidup tanpa cinta dan tiba-tiba kau hadir didepan ku dengan impian cinta yang muluk kuterima tanpa kusadarri feelingku menolak tap itak kuhiraukan karena kebutaan ku akan cinta yang sejak lama tak kudapat. Karena aku di butakan oleh ketulusan cinta palsu mu.

malam derita ku hadir juga, malam disaat kau putuskan untuk tak lagi bersama ku. malam di saat aku tau semua dusta
" aku dari awal tuh suka teman kamu, tau! tapi dulu aku tidak ada kesempatan. Sekarang aq dah ada kesempatan makanya aku ingin kejar dy lagi dan mengakiri hubungan kita" kata2 itulah yang kau ucapkan saat itu. Aku bingung, aku terdiam dan aku tak menangis. Rasanya saat itu aku hampa tanpa rasa. tak sedih tak pula marah. Aku hampa.
malaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaas nulisssssssssssssssss..kpn2 aja








Friday, November 13, 2009

the end

Sudah lama sekali aku tidak menulis sejak kau kulenyapkan dari keseharian ku. Sadis sekali ya kata-kata ku. Tapi kadang kata-kata seperti ini bahkan terlalu baik untuk menggambarkan dirimu yang tega lakukan ini padaku.

Tapi setelah berhari-hari kupikirkan aku mulai sadar kau lah yang terluka, kau lah yang lebih sedih karena harus berpura-pura selama itu. Berpura-pura memenuhi setiap hari-hari ku, dan setiap mauku. maafkan aku yang tak dapat membaca dan mengenali hatimu itu. Dan membiarkan mu memendam semuanya sendiri. maafkan aku yang membiarkanmu menjadi bagian hatiku. Harusnya kau jujur dari awal kurasa tak sebesar ini kesakitan yang kau rasakan. Maaf kan aku mantan ku. Jaga dia yang sekarang bersamamu. Menjauh lah jalan yang buat kita kembali pada posisi kita yang semula. Meletakkan kita pada posisi hidup yang harus kita jalani hingga saat nya menyimpang kita masih tau arah mana tuk kembali lurus.


Monday, November 9, 2009

ku mohon

berharap sekali langkahku kau sambut
berharap cinta berbalas
berharap meminta di beri
dan berharap senyuman terbaik

rasa ini mulai muncul saat kau pergi
rasa ini ku pupuk biar tumbuh seindah impian
rasa ini ku jaga dengan jiwa
sekarang rasa ini kusiram dengan air mata

ku ingin menolak takdirku untuk pergi
walaupun pergi adalah jalanku
kutinggal sepenggal kisah manis
tak kusangka berakhir tragis

kejujuran yang selalu ku berikan
ternyata tak sejujur yang kudapatkan
kebisuan mewarnai setiap langkah
menutup diri jalan yang kau langkah

bukan ku tak sabar
bukan ku tak ingin menunggu
seharusnya kau ingat
aq selalu sbar menunggu tanpa pergi darimu

aku cuma butuh satu hal
sebuah kepastian akan kita
biar langkah ku benar
biar langkahku tepat
meskipun langkah ini membuat ku menjauhi mu
meskiupun langkah ini membuatku rapuh
tapi jika ada kepastian darimu
aku rela tuh pergi jika itu jalannya
meski menjauh dan pergi

Tuesday, November 3, 2009

Rusia. Keajaiban Ayat-ayat Al-Quran muncul dikulit bayi

Orangtua dari bayi yangterdapat ayat Alquran di tubuhnya asal Rusia Selatan mengklaim bahwa putra mereka telah ditandai oleh Allah.

Sang ibu, Madina, mengatakan bahwa dia dan suaminya bukan merupakan orang yang taat beragama sampai tulisan-tulisan itu muncul. Madina mengatakan, mereka awalnya tidak memperlihatkan kepada siapa pun mengenai tulisan-tulisan yang tidak bisa dijelaskan itu sampai akhirnya mengungkapkan hal tersebut ke dokter dan imam di desa mereka, Oktober Merah, yang merupakan kawasan dengan pengaruh Muslim yang kuat. Saat ini, si bayi menjadi fokus perhatian orang-orang Muslim di kawasan tempat tinggalnya di Provinsi Dagestan yang berdekatan dengan daerah konflik Chechnya di selatan Rusia. Seorang anggota parlemen lokal, Akhmedpasha Amiralaev, mengatakan bahwa “Bayi laki-laki ini merupakan tanda dari Allah. Allah menggirimkannya ke Dagestan untuk menghentikan pemberontakan dan ketegangan di republik kita.”

Ibu si bayi mengatakan, “Biasanya tanda-tanda itu muncul dua kali seminggu, pada hari Senin dan pada malam antara Kamis dan Jumat. Ali selalu merasa kesakitan ketika itu muncul. Dia menangis dan suhu tubuhnya tinggi. Tidak mungkin menggendongnya ketika itu terjadi. Badannya aktif bergerak, maka kami menempatkan dia di ayunannya. Sedih rasanya ketika melihat dia menderita.” Frase-frase itu, kata Madina, secara teratur bergantian muncul di kulit si bayi.

Seorang imam lokal, Abdulla, mengatakan kepada penduduk bahwa dalam Al Quran dikatakan, sebelum akhir zaman datang, akan muncul orang-orang dengan ayat-ayat kitab suci di tubuh mereka. Dia mengatakan, salah satu tanda yang terbaca berbunyi, “Jangan sembunyikan tanda-tanda ini dari orang-orang.” Kisah bayi dari Dagestan ini juga telah menarik perhatian media Rusia.



Pejabat agama setempat percaya bahwa ini adalah tanda-tanda Kebesaran Allah Yang Mahakuasa. Kepala pusat Muslim Kaukasus Utara Berdyev Ismail menegaskan tanda-tanda tersebut ditujukan kepada orang-orang tidak memiliki keyakinan tentang kebesaran Allah.

Biarkan mereka melihat bahwa tanda-tanda ini tidak disengaja. Ini adalah tanda-tanda kebesaran Allah. Kami, umat Muslim menyadari hal itu. Biarkan skeptis dan ketidak percayaan akan menyadarkannya juga, "ia menegaskan.

Dewan Mufti Rusia melihat pesan ini merupakan keajaiban.Kami menafsirkan tanda-tanda sebagai panggilan untuk orang-orang Muslim di kawasan tempat tinggalnya di Provinsi Dagestan Rusia.

Mereka harus bertobat kepada Allah atas dosa-dosa mereka dan menyelesaikan konflik perang saudara yang telah melumpuhkan Dagestan dan seluruh Kaukasus, "sebuah pernyataan yang di lansir website resmi mereka.

Sementara itu, para dokter berpikir sebaliknya. Mereka hampir yakin tanda-tanda telah ditulis oleh orangtua Ali .

Lyudmila Luss dari lembaga imunologi Rusia mengatakan bahwa tulisan di badan bayi telah dibuat menggunakan bahan kimiawi.

"Bahan seperti lada dan garam atau obat-obatan yang dapat menyebabkan peradangan pada kulit dan meninggalkan bekas merah dalam bentuk huruf Arab. Kulit kemudian menjadi terkelupas dan meradang ketika membelai atau digosok dengan benda tumpul.

Sejauh ini, keluarga Ali telah menolak untuk pemeriksaan teliti. Sementara itu, media Rusia melaporkan bahwa Ali awalnya didiagnosis dengan penyakit jantung koroner dan serebral spastic kelumpuhan kanak-kanak, tetapi secara berangsur-angsur kelainan tersebut mulai hilang.


Monday, November 2, 2009

aku dan anarkis bag.4

Aku tak tahu harus mulai dari man. Smakin kesini hubungan kami makin menyakitkan. Tidak ada yang bisa disalahkan dan tidak ada yang benar. Entah siap yang memulai atau aku yang memang sedikit mulai sensitif.

Aku hanya merasa anarq ku berubah. Dulu dia minta perhatian penuh tanpa di ganggu teman2 yang lain sekrang dia memaksaku untuk bergabung bersama teman-temanku, terus terang aku kaku masalahnya aku telah meninggalkan mereka dari dulu atas permintaan nya. Dulu dia hany mendahulukan aku dari orang lain tapi sekarang dia bahkan tak hadr saat ku tunggu tak menyapa saat ku diam. dan terlalu bnyak yang dia sembunyikan dariku dan itu menambah kesakitanku. Aku mungkin juga sadar, dia bekerja terlalu keras tapi bukan perhatian penuh yang aku minta seperti yang dulu dia minta tapi aku cuma perlu sedikit waktu tesisanya buat ku bukan orang lain. Egois kah aku??? mungkin dan mungkin inilah yang membuat nya jauh dari ku.

Saat menulis ini rasanya berat sekali embayangkan kisah ini berakhir tidak seperti yang kami ingin kan. Dan aku juga tidak tau apa kisah ini berlanjut tau berakhir disini. Sulit sekali menulis ini. Rasanya airm mata tak berhenti tuh jatuh. sakit.

yang terakhir kucoba katakan padanya saat dia diam seribu bahasa"mas. diam lah terus hingga mas puas..adk mundur dan jika mas mau mas boleh cari orang yang menduduki kursi adk.bye"
Sampai saat kata-kata itu kukeluarkan dia hanya diam. Dan itu meyakinkan ku bahwa kami selesai.

Sulit sekali mengakhiri semua ini karena dia berjanji padaku akan mempertahankan hubungan ini selamanya. Tapi ternyat tidak itu yang aku lihat..

Aku berharap, jika ini berakhir dia mendapatkan wanita yang baik hati dan mendukungnya selalu, menyanyanginya menerima kekurangannya. amien!

Jika tidak , beri kami jalan untuk memeperbaikinya ya allah...

Sunday, November 1, 2009

pentingkah

Ini minggu ketiga aku menunggu nya. Menunggu untuk hal yang sama sekali tidak ku mengerti tapi walaupun tidak mengerti aku masih saja menunggu hadir nya. Sesaat aku sadar ini bakalan sia-sia tapi sesaat kemudian kugantungkan kembali harapan seolah dia pasti datang. Entah bodoh atau terkena cinta buta aku seperti gila sendiri tanpa coba melirik lelaki lain dan terus saja menunggu dia.

Sebenarnya, aku dan dia sebut saja namanya nya Adam. Aku dan Adam memiliki hubungan yang bisa di bilang sangat manis, itu dulu sesaat sebelum dia di tugaskan kebagian lain. Awal sih setuju aja karena kupikir bagian yang di kerjakan membuatnya semakin dekat dengan ku. ternyata eh ternyata itu membuat kami semakin jauh. satu minggu kami bisa saja ketemu cuma 1 kali paling bnyak 2 kali dan sejak minggu kedua ini kami nyaris tidak pernah bertemu. Mau nelponpun g bisa dan alasannya ponselnya rusak. Bagaimana ini ya????
"aku kangen", ucapku ku padanya beberapa hari yang lalu
"aku juga kangen", jawabnya kembali.

Sesaat sesuana menjadi hening, tak tau mau bicara apa. Kami kehabisan kata-kata. Hingga aku sibuk dengan teman-temanku dan begitu juga dia. memang saat kami bertemu teman-teman lagi berkumpul.
Akhirnya kita pulang tanpa menyelesaikan masalah menantian ini. Seolah kami sama-sama tidak peduli bahwa hubungan kami ini sangat genting. Aku ingin sekali menceritakan padanya bahwa ada lelaki lain yang coba dekati ku. Saat ingin cerita seolah bibir ini terkatup karena kebisuannya. Hubungan kami mulai sangat hambar, dia bahkan tidak pernh berikan ku kejutan-kejutan kecil yang manis yang dulu sering dia lakukan.

Karena inilah aku merasa hubungan ini mulai terasa hampa. Dan aku mulai merasa sia-sia menunggu. Malam ini aku masih coba saja menunggu nya walaupun aku sangat yakin kalo malam ini dia pasti tak akan datang. Hingga aku mendengar ponsel ku berdering. Kusadari kalau yang menghubungi ku adalah dia.
" sayang".
"iya," jawab ku ragu. Aku seperti dihubungi oleh seseorang yang lama tak kujumpai.
"kok kaku gitu sih sayangku,"balasnya dari seberang sana."hmm..iya".
" kok cuma iya, g kangen ya sama aku".
"kangen". jawab ku seadanya
" hei, pendiam ya. Kenapa sih? maafin aku ya say karena jarang ada waktu buat kamu beberapa minggu ini. itu karena minggu ini aku kerjakan semua pekerjaan, jadi minggu depan aku bisa lebih santai dan bisa nemanin kamu, maafin aku ya sayang.", penjelasannya benar=benar melegakan. Membuat setiap penantianku tak sia-sia.
"Kok diam sih sayang. besok kita jalan yuk",
" aku kangen kamu", cuma itu yang bisa ku katakan padanya dan disambut dengan gelak tawanya.

Malam ini terasa sangat berharga bagi ku, hingga aku menikmati waktu kami yang sangat singkat malam ini. Seolah besok ada banyak hal lain yang harus dilalui. Makasih tuhan karena membuat penantian ku tak berujung sia-sia.

Friday, October 30, 2009

jendela

awal nya kututup jendela itu
kerena sulit untuk ku buka makanya ku biarkan tertutup
tapi ku tak menyerah
ku masih berusaha membukanya nya dengan berbagai macam cara

kini jendela itu mulai sedikit bergeser
tertempus la setitik cahaya terang
tp aku masih memaksa untuk dibuka lebar
ku paksa terus hingga benar-benar terbuka

terbukalah iyanya selebar mungkin
hingga cahaya dan hembusan angin bertiup dingin ke arah ku
sejuk awal nya
hangat

hingga
siang datang dengan menjinjing panas ke arah ku
ku coba tutup jendela tapi iya tak tertutup
hingga
datang angin kencang menerbangkan banyak debu ke arah ku
ku coba tutup lagi tapi dia makin lebar terbuka

aku menyesalkah
saat harusnya ditutup kupaksa buka
aku sakit hatikah
saat jendela yang ku harap melindungi ku
tak mampu melindungi ku dari panas dan desakan debu

aku lebih sedih
jendela yg sekarang kutahan pakai palang terbuka diam-diam di sentuh angin
aku makin sedih
sang jendela, membiarkan para nyamuk dekati ku tanpa dia tahan dengan badannya






Saturday, October 24, 2009

tuk tuyul



sahabat ku
awal yang harus kupenuhi saat janji tat tertulis ini mengiang di telingaku
janji tuk goreskan tiap bait kata untukmu
janji untuk meletakkan mu disini
janji untuk semua penghargaan tertinggi mu tentangku

sahabatku
mungkin benar rasa yang hadir itu salah jalan bagi ku
salah tempat jika dia hadir nya untuk ku
salah jika jiwa kecil didirimu saja melarang nya
kesalahan ku membuat mu merasa paling bersalah

sahabatku
Selama ini aku tidak pernah sadar hadir mu sangat kuatkan ku
selama ini aku juga tidak sadar membiarkan mu terbuang dari perhatian aku
selama ini juga aku juga tidak sadar betapa kau dukung ku
selama ini yang aku tau kau ada tanpa ku beri makna penting

Sahabatku
untuk pertama ku ucapkan maaf jika ada luka karena ku
kedua ku ucapkan maaf karena meluputkan mu dari mata dan hatiku
ketiga ku ingin bilang bahwa aku minta maaf karena menolak hadir rasa dihatimu
ke empat, kelima dan ke enam dan seterus nya cuma maaf dari ku

note: PERSHABATAN KITA SANGAT BERARTI BAGI KU!!!!!!!!!!!!!!!

Saturday, October 17, 2009

hujan lagi

HUJAN LAGI




AKU BENAR-BENAR MENYUKAI HUJAN.....
INI SAAT AKU SEDANG BERADA DI WARNET SEKOLAH.

Thursday, October 15, 2009

ini cerpen pertama ku

malam ini aku terdiam sendiri membayangkan hal yang akan terjadi besok pagi.
pagi yang akan mengubah hidup ku selamanya. Besok pagi aku akan menikah, menikahi seseorang yang baik hatinya. Yang selama ini mendukung ku dalam segala hal. Aku bahagia tapi tanpa kusadari air mata ku mengalir, serasa beban datang menghantam ku.

Kulihat tanda merah di jari-jari kua yang terukir indah, ini yang paling aku ingin kan dalam hidup ku tapi apa dengan lelaki itu kah aku ingin rasa bedebar saat menjadi pengantin.
Rasa yang selalu aku ingin kan dalam hidup ku tapi dengan nya.
Dengan seseorang yang selalu cemburu, egois dan pemarah tapi aku cinta.
Seseorang yang meminta perhatian lebih tanpa mau diduakan dengan alasan apapun. Seseorang yang membiarkan ku menikahi orang lain.

Kutatap wjah ku di cermin, kulihat mata ku yang merah karena menangis, entah apa yang kutangisi. "dek, mamas sayang banget sama adk melebihi sayang adk sama mas" kata-kata gombal yang selalu dia ucapkan saat kami bersama. Meskipun aku tau dy gombal tapi aku tau dia jujur akan perasaan nya. Aku ingat saat pertama kali dia coba taklukan ku. Saat yang aneh.
Dia berusaha sekali sampai aku merasa sangat terganggu dengan hadir nya. Entah sejak kapan aku melakukan penawaran bodoh padanya.

" Aku dah ada pacar, jadi aku g bisa terima kamu lagi". kata ku saat dia maksa mengajakku pacaran." tapi kalo kamu mau jadi yang kedua, boleh." lanjut ku berharap dia menyerah. "baiklah, aku mau jadi yang kedua. Asal kan kamu tetap jadi pacar aku. Aku mau", jawabannya membuat ku sangat terkejut.
Aku pikir dia akan menyerah ternyata dia malah menerimanya. Aku tidak bisa menarik kata-kata ku lagi. Mau tidak mau kami jadian juga.

Sejak saat itu aku bersama nya, menjalin hubungan di belakang mata kekasih ku. Dia ada saat aku terluka atau bahkan saat aku kecewa terhadap sikap kekasih ku. Entah sejak kapan aku ketergantungan. Aku tidak bisa jika dia tak ada.

" mas, kenapa bisa suka ama adk?", tanya ku saat ku bersama. Di balikkan wajahnya dan di tatap nya dengan senyum nya yang sering ku bilang manis. "bagi mas adek tulus, meskipun mas tau adek sering buat mas sedih. Karena adek terlalu jujur, walaupun adek tahu kejujuran adek bisa melukai mamas adek masih saja jujur", Aku tertegun." apa mas mau adk bohong?", tanya ku lagi padanya.
" g, tetap lah jujur ya".
" Terus apa lagi yang membuat mas menyukai adek?",
" mas paling suka sama mata adk, suka banget. mas merasa teduh saat mata itu menatap mas".
"masak sih, gombal ah", jawab ku tersipu. Dia dekap bahuku dan membiarkan kami hening sesaat sambil memandang matahari terbenam di tepi pantai.

Tanpa kusadari air mata ku mengalir lagi saat mengingat kebersamaan itu. Mengingat petapa manisnya dia. Betapa indah nya dunia saat ku berada didekap nya. Aku masih tak bisa menghentikan tangis ini. Padahal aku tahu, mataku ku bisa bengkak dan semua orang bisa saja curiga. Apalagi calon suamiku.

"mas!!!!!!!!!!!!".
"iya!".
"eddy melamar ku. menurut mas bagaimana?",tanyaku padanya. Sesaat ku liat dia terdiam." terimalah, dia lelaki yang baik". jawaban yang singkat tapi cukup buat ku kecewa. Tapi aku tidak mau marah atau menampak kan kekecewaan ku. Aku berharap dia menahan ku tapi ternyata tidak.Malamnya, aku mengirim nya pesan dari ponsel ku dan menyampaikan padanya kalau aku telah mnerima lamaran dari eddy. Tak ada kata sedih sedikitpun. Dia memberiku selamat seolah selama ini dia tak merasakan apa-apa terhadap hubungan kami. Tapi feeling ku merasa kalau dia ingin aku tidak melihat nya terluka. Kecewa rasanya hatiku saat tahu kalau dia tak menjadikan ku tempat nya berduka. Dia ingin ku bahagia dengan membiarkan luka nya. Inilah yang membuat ku kesal dan semakin mantap menerima eddy. Aku paling tidak suka orang yang hanya memikirkan orang lain tanpa memikirkan perasaannya. Kekesalan itulah yang membuat ku berada dalam keadaan ini. Keadaan yang memaksaku menunggu esok pagi yang merubah seluruh hidup ku.


Tiba-tiba aku mendengar suara ponsel ku berbunyi dan ku tahu itu SMS. Alangkah terkejut nya aku saat aku tahu kalau dia lah yang mengirim SMS itu. Kubaca perlahan dan air mata ku mulai menetes lagi. Kali ini aku nyaris tersedu membacanya.

"assalamualaikum, malam dek. mamas malam ini g bisa tidur. Mas tau adk juga blom tidur kan? Mas ingin sekali menelpon tapi mas tau adek pasti nangis. dasar cengeng!!!!
sayang, besok mau nikah ya ehem ehem langkahin mamas nih. Jadi jangn nangis ya sayang nanti mata nya bengkak lho. jelek jadinya. Ntar pengantin cownya lari lho. udah jangn nangis lagi. apapun jadinya nanti mas tetap sayang adk. kisah kita akan tetap berlanjut meski dengan cara yang mungkin berbeda.i love u now n forever"
aku benar2 terisak-isak. Aku tak sanggup menahan nya. Aku tahu persis dia juga menangis saat menulis pesan ini.

Malam ini Aku benar-benar tidak bisa tertidur. Walaupun akhirnya tertidur juga skitar jam 2, itupun karena keletihan menangis. Hingga saudara-saudara ku membangun kan ku sekitar jam 6 pagi. Aku benar-benar letih. mataku sakit.
" aduh, pengantin kita kok telat sih bangun nya" ledek bibi ku, hanya ku balas dengan senyuman dan langsung mandi dan sholat.

Saat di tunggu pun tiba, akupun telah siap di dandan. Aku merasa bak putri raja yang di mandiin bedak. Aku g menyangka aku bisa jadi putih banget. aku merasa memakai topeng persis perasaan ku saat ini. perasaan yang kututupi biar tidak ada yang tahu sedih ku. Kami kemesjid untuk akad nikah, Sepanjang perjalanan aku hanya tertunduk. Aku terlalu rapuh. aku bahkan tidak bisa menolak lamaran eddy kekasih yang kupacari lebih dari satu tahun ini. Dia baik hingga dia bahkan tidak tahu aku menduakan nya dengan orang lain." apapunkamu dan bagaimanapun kamu sayang. Aku percaya padamu". katanya saat kutanya apa dia marah jika aku menyelingkuhi nya.

Sesampai di mesjid, semua persiapan dan akad pun di mulai. Dan akhirnya berubahlah status ku dalam waktu 5 menit. Semua orang mengucapkan sukur. Aku kenapa, Aku sakit,terluka.
Setelah semua selesai, kami kembali ke rumah untuk acara resepsi. Tiba-tiba anita teman ku menyerahkan sepucuk surat."pergi sana ke kamar mandi, bacalh disana. ini pesan dari dy" aku langsung mengerti, karena anitalah yang tau hubungan ku dengan nya. Aku bergegas kekamar mandi dan menguncinya. Kubuka surat itu dan membaca nya.

dear ku yang cengeng!!!!
mas senang tadi akad nya lancar. aduh sekarang udah jadi istri orang ya. Sekarang jadi nyonya ya sayang. Mas benci sama adek. benci banget karena bisa buat mas menangis. mas sungguh-sungguh g sanggup akan hal ini. mas pikir mas pasti kuat ternyata mas g kuat. mas terlalu cinta akan dirimu hingga sulit sekali melepaskan mu pada orang lain.
Awal saat adk bilang adk dah di lamar, dan mas menganjurkan adk menerimanya adalah kesalahan terbesar mamas. Harusnya mas menahan adek di samping mas. mempertahan kan adek agar terus di samping mas. bukannya membiarkan adek menerima lamaran lelaki itu.

mas sakit. tapi mas bahagia saat adek bahagia.
ada yang belom mas ceritakan sama adk, ketika mas mau cerita adek malah menceritakan soal lamaran itu. Jadi mas tahn sampai saat ini.
dek, mas di pindah tugas kan ke jogja. Mungkin selamanya! mas akan pergi dek,
Mas pertama tidak mau terima karena mas mau tetap melihat adk mskipun adek susah menikahi orang lain tapi ternyata mas tidak sanggup. Mas sakit.

Saat surat ini sampai ketangan adk mungkin mas sudah di jalan menuju jogja. pergi sejauh mas bisa. bukan meninggalkan mu tap menjauh dari mu agar adek bahagia tanpa melihat luka mas. mas tau adk g akan bisa bahagia saat tau mas terluka.

hati mu terlalu lembut hingga sulit bagi mu melihat lukaku.

sayang ku. aku mencintai mu hingga aq sakit karena nya.
jangn nangis lagi berbahagialah. Aku menicintai mu dari dulu hingga sekrang.
menjadi kan mu hiasan hatimu dan kubawa kemana-mana adalah penguat hidup ku yang rapuh..berbahagialah sayang agar ku bahagia

Aku berhenti membaca surat itu, karena aku terlalu takut menangis. Aku keluar dari kamar mandi dan kuserahkan surat kepada anita dan meminta nya untuk menjaga surat itu untuk ku. Aku kembali duduk di samping eddy yang sekarang suami ku. Aku berikan senyuman terbaik ku untuknya dan aku berjanji dalam hatiku kalau aku akan bahagia hingga kekasihku yang disana juga bahagia. Tak ada luka yang ada bahagia karena cinta kami tidak pernah salah hingga harus di hukum dengan penderitaan dan kesedihan.


THE END

Tuesday, October 13, 2009

hujan

HUJAN




Aku adalah orang yang sangat menyukai hujan. Saat hujan turun aku merasa air dari langit itu melunturkan setiap beban di hatiku dan jiwa ku. Dan mengurangi sedikit perih dari luka-luka ku.

Yang membuat ku betah berlama-lama menikmati dingin nya angin dan setiap tetes airnya yang terpercik kewajahku saat aku menatapnya dari jendela kamarku. aku juga merasa hujan terbaik itu adalah saat hujan itu turun di kampung ku Tapaktuan. Karena hujan disini jarang sekali disertai kilat atau petir. Jadi tak ada hal yang membuat ku takut 'tuk menikmati setiap tetes nya.

Saat kita melihat hujan menetes diatas dedaunan dan bunga, kita dapat melihat mereka bagai menari dengan riang. Terliat saat daun-daun itu berubah warna dan bunga pun terlihat begitu bewarna dan daun-daun terus bergoyang indah. Jika tutup mata, dan dengar dengan tenang maka kita akan menemukan simponi indah seperti ockestra alam yang merdu.


I love rain!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Monday, October 5, 2009

kisah hari ini

Hari ini ada kisah yang ku anggap unik. aku sedang dekat dengan seseorang. Orang yang uni yang suka sekali mengatai seseorang yang OON alias bodo. ntah kapan ini dimulai, kata2 itu sudah jadi aikon hubungan persahabatan kita.

Yang mau aku ceritakan bukan ini tapi kisah yang lain. Hari ini dy kembali ke bireun dari takengon. Karena dy bekerja di daerah tekengon. Setelah dy sampai
ke bereun dy menelpon ku. Tiba-tiba dy diam dan banyak bicara. Aku mulai kesal, tiba-tiba ada sms masuk yang bunyi nya: DISAMPING ADA IBU OON". Setelah aku membaca sms nya aku langsung ketawa.

Akhirnya, aku ngobrol ama ibu nya. Dan akhirnya dia g bisa bicara lagi. Padahal g ada masalah jika ada ibu karena akupun dah kenal ibu nya. Dia benar-benar diam 1000 bahasa. Tak berkutik ketakutan. Awalnya dy begitu periang dan suka usil kalo kita lagi ngobrol. Tapi karena ibunya ada disamping dy langsung tak berkutik. Kasian kasian kasian kata ipin.hehehehehehhe

Saturday, October 3, 2009

puisi hari ini

setapak jalan kulalui saat ini menuntun ku jurang keputus asaan
melengkapi jiwa yang memang tak punya penopang
rapuh dan lapuk ku termakan rayap penderitaan
sejengkal bahagia tak buat ku makin terasa lebih riang

kurang bersyukur kah ku saat kusadari aku bukanlah siapa-siapa tapi di beri
apa kurang baik kah aku hingga di benci
atau jiwa-jiwa terkutuk ada didalam jiwa ini
melemparkan diriku terpuruk hingga terjerembab tak bisa berdiri

ku ingin coba melangkah bahkan mungkin lari dari mu, mereka dan semua orang
hingga terlepaslah beban berat yang bertimbun di pundak yang lunglai
tapi rasa manusiawi bodoh melarang langkah ku
atau mungkin rasa pengecut lah yang menyelimuti diri ini hingga ku sulit pergi

ku memohon padaMu yang bisa mengubah hati
jika ini tak jua pergi, jika derita tak bisa kau ganti dengan bahagia
atau jika kau tak bisa mengubah pembuat sedih berubah
aku hanya memohon jadikan ku manusia baja tanpa didekati kelapukan
manusia kokoh dengan hati besi hingga ku tak lari dari kenyataan ini

ku mohon padaMu yang memiliki dunia ini
bukan ku tak ingin Kau beri cobaan
bukan ku ingin menuduh Mu tak adil padaku
tapi jika ini Kau berikan untuk ku
untuk uji iman ku
untuk uji sabar ku
jika itu sengaja Kau berikan padaku
hanya satu kuminta.
jadikan ku sabar
jadikan ku kuat
jadikan ku mampu melewati tanpa harus melepas kan jiwa dari raganya
jadikan ku manusia tangguh agar tak salah jalan dalam bersikap
dan tuntun aku

ku mohon..................................